PURWOREJO. Kompas.Sbs – Bagi warga Dusun Sembuh, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, menyeberangi sungai menuju lahan pertanian atau ke Desa Maron dulunya memakan waktu dan tenaga ekstra. Kini, keluhan itu perlahan hilang dengan hadirnya Jembatan Merah Putih Presisi yang diresmikan pada Kamis pagi (4/6/2026). Lebih dari sekadar bangunan, jembatan ini menjadi harapan baru bagi sekitar 60 kepala keluarga atau 150 jiwa yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
Sebelumnya, jembatan penghubung ini sempat rusak dan hanyut, memaksa warga menempuh jalur memutar yang memakan waktu hingga 35–45 menit perjalanan. Kini, dengan panjang 18 meter (total konstruksi 23 meter) dan lebar 1,5 meter, waktu tempuh memangkas menjadi hanya 15–20 menit saja. Perubahan kecil ini membawa dampak besar: hasil panen bisa diangkut lebih cepat, biaya angkut menjadi lebih ringan, dan tenaga petani tidak lagi habis di jalan.

Peresmian jembatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, didampingi jajaran pejabat, Kapolsek Loano, serta Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusumo Handogo. Pembangunannya bukan hanya kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi erat antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat yang bahu-membahu secara gotong royong.
“Jembatan ini bukti bahwa kebersamaan mampu menyelesaikan masalah. Awalnya sulit, tapi karena saling mendukung, akhirnya terwujud. Kami serahkan sepenuhnya kepada desa untuk dijaga, agar manfaatnya terus terasa hingga ke anak cucu,” ujar AKBP Windy, yang juga menegaskan bahwa sarana ini sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah sebagai jalan usaha tani.

Kepala Desa Kebongunung menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Selama ini, akses yang sulit kerap membuat hasil panen petani terlambat sampai ke pasar dan harganya tertekan. Kini, hambatan itu teratasi.
“Sudah lama kami menunggu solusi ini. Terima kasih kepada Polres Purworejo dan semua pihak yang peduli. Jembatan ini mengubah cara kami bekerja, hasil panen lebih cepat sampai, dan ekonomi warga perlahan bisa membaik,” ungkapnya.

Peresmian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai harapan agar jembatan ini senantiasa membawa manfaat dan keberkahan. Bagi warga Kebongunung, Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar penghubung dua sisi sungai, melainkan jembatan menuju kesejahteraan yang lebih baik.

