Kab, KETAPANG__Ternyata anggapan kualitas ok terhadap produk PT Wika, BUMN Top, yang dikenal punya standar mutu K-600 atau kekuatan tekan 52 MPa, hanya isapan jempol belaka.
Terbukti ketika terjadi kecelakaan trailer pada awal Mei 2026, beberapa tiang pancang beton produksi Perusahaan Wijaya Karya Beton Tbk banyak mengalami retak, pecah bahkan patah.
” Sejak dulu, kalau ngomongin material beton, produk WIKA selalu berada digarda terdepan dalam memenuhi kebutuhan proyek skala besar, mengingat mutunya SNI, ASTM C33, C494 dan daya tahannya juga disebut sangat tinggi.
” Nah hubungannya dengan Proyek Pembangunan Jembatan Alam Pakuan, yang seharusnya Spun pile nya kuat dan kokoh justru hancur berantakan hingga terjadi mangkrak. Kondisi ini tentu memicu pertanyaan dalam, Apakah benar itu bikinan PT WIKA, ” ujar warga Ketapang sedikit curiga.
Untuk diketahui, proyek pembangunan jembatan gantung Alam Pakuan Ketapang ini sumber duitnya dari APBN 2025 segede Rp11 miliar. Progres fisiknya masih 0%, sementara uang muka sudah cair 30%.
Pelaksananya CV Beruang Kota dan PT. WIKA dibawah komando Satker PJN Wilayah I Kalbar. Mirisnya, celetuk warga tadi, material berlabel BUMN kok lempeng banget seperti buatan tradisional, ” singgungnya.(007/Danil.A)

