Top 5 This Week

Related Posts

Oknum Polisi Selayar Ngamuk Bak Preman Hajar Pria sampai Wajah Hancur dan Hidung Bengkak

SELAYAR— KOMPAS. Jagat maya dihebohkan oleh aksi brutal yang diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota kepolisian di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Bukannya mengayomi, oknum aparat tersebut justru diduga bertindak bak algojo, menghajar seorang pria hingga wajahnya babak belur dan hidungnya bengkak parah.

Kasus dugaan penganiayaan sadis ini mendadak viral dan menjadi buah bibir masyarakat setelah foto-foto mengerikan kondisi korban beredar luas di media sosial.Jumat 29/05/2026

Terlihat jelas dalam foto yang beredar, korban mengalami luka lebam hebat di area wajah akibat hantaman keras.

Viral di Media Sosial : “Saya Minta Keadilan!”

Aksi main hakim sendiri ini dibongkar oleh pihak keluarga korban yang meradang melihat kondisi adiknya.

Melalui akun media sosial bernama ” Phutry Phutt”, keluarga korban menjerit meminta keadilan dan mendesak agar institusi Polri tidak melindungi anggotanya yang nakal.

“Saya minta keadilan dan kasus ini diusut sampai tuntas!” tegas Phutry dalam unggahannya yang memancing kemarahan netizen.

Mabuk Bukan Alasan Aparat untuk Bertindak Brutal Bak Preman

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban memang dilaporkan dalam kondisi mabuk saat peristiwa berdarah itu terjadi.

Namun, pihak keluarga mengutuk keras tindakan represif tersebut. Mereka menegaskan bahwa status korban yang sedang mabuk sama sekali tidak bisa dijadikan pembenaran bagi seorang penegak hukum untuk bertindak beringas dan brutal.

Masyarakat pun mengecam keras kejadian ini. Netizen menilai, polisi seharusnya mengamankan atau membina warga yang mabuk, bukan malah menyiksanya hingga cacat fisik.

Propam Didesak Segera Turun Tangan

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Kepulauan Selayar masih bungkam seribu bahasa.

Belum ada keterangan resmi mengenai kronologi lengkap maupun nasib dari oknum polisi yang diduga menjadi pelaku penganiayaan tersebut.

Kini, bola panas ada di tangan institusi Polri. Pihak keluarga korban mendesak demi hukum dan keadilan:

Bid Propam harus segera turun tangan menangkap oknum pelaku.

Melakukan pemeriksaan secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Menjatuhkan sanksi pemecatan dan hukuman pidana seberat-beratnya bagi oknum yang mencoreng nama baik korps Bhayangkara tersebut.(*)

Popular Articles