Kupang, bertempat di Lt.1 Kantor Gubernur NTT, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan Provinsi NTT, menggelar Konferensi Pers terkait Penerapan jam belajar dan
Gerakan jam belajar di lingkungan masyarakat yang menjadi bagian dari peraturan Gubernur Provinsi NTT no 24 tahun 2026, Jumat(29/06/2026)
Kadis Pendidikan Provinsi NTT, Ambros Kodo, menyampaikan bahwa kebijakan yang menjadi peraturan ini bertujuan menguatkan peran orang tua dan lingkungan keluarga,
Mendukung penguatan karakter, membuat orang tua dan anak dapat ada dalam kegiatan belajar bersama, sehingga terkait dengan muatan lokal mencegah perilaku negatif dicegah untuk pergauln yang tidak baik.
“Gerakan jam belajar bisa sukses karena dukungan semua pihak pemerintah satuan pendidikan orang tua masyarakat dan media karena anak itu bertumbuh 16 jam sehingga keluarga menjadi sangat penting, karena tidak adil kalau misalnya ketika ada anak-anak tidak berperilaku baik tapi hanya sekolah yang disalahkan.
Penerapan jam belajar ini adalah tujuan yang sering disampaikan oleh Bapak Gubernur yang pertama adalah penguatan karakter siswa yang kedua pengembangan kemampuan akademik yang ketiga peningkatan kemampuan kewirausahaan itu bisa jalan keluar dengan sekolah harus bisa lebih baik dalam rangka membangun kualitas pendidikan juga menyiapkan kualitas anda kita butuh dukungan hubungan teknologi implementasikan Republik Indonesia yang pertama kita membutuhkan pemerintah karena yang mempunyai dan cari sampai ke bawah kepala desa kabupaten Kotabumi berhubungan dari apakah ekonomi tertentu baik dari kabupaten lain di pulau Jawa ketika biasanya seperti ini bisa ada pendidikan dan kualitas anak-anak di desa ini lalu kemudian yang paling penting adalah semuanya termasuk teman-teman media bisa kemudian kita mendukung agar implementasi ini bisa berjalan dengan lancar di samping pemerintah juga bisa digunakan untuk menyampaikan mengingatkan karena eee bisnis juga daya manusia untuk supaya gereja itu penting pemerintah saling mendukung dan berangkat menyiapkan projector dan manusia yang lebih baik pikirannya.

