Kota Bitung, Kompas :Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara terus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat melalui pelaksanaan latihan gabungan Search and Rescue (SAR) darat yang dipusatkan di kawasan hutan, Taman Wisata Alam Batuputih Kota Bitung, Rabu (21/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme personel dalam penanganan korban kecelakaan maupun bencana alam, khususnya pada kondisi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat di lapangan.
Dalam latihan itu, personel terlebih dahulu menerima materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang melibatkan unsur Kedokteran Kepolisian (Dokpol).
Materi tersebut diberikan guna meningkatkan kemampuan anggota dalam memberikan pertolongan pertama terhadap korban yang mengalami gangguan pernapasan, henti jantung, maupun kondisi darurat lainnya sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Tak hanya teori, latihan juga diisi dengan simulasi penyelamatan korban di medan hutan. Personel Ditpolairud Polda Sulut tampak melakukan berbagai tahapan evakuasi, mulai dari teknik penanganan korban, penggunaan peralatan SAR, hingga koordinasi tim dalam kondisi lapangan yang menantang.
Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., didampingi Wakil Direktur Polairud Polda Sulut AKBP Denny Tumpunuh, S.I.K., serta Kasubdit Polairud Polda Sulut Kompol Karel Tangay, S.H., turun langsung memantau jalannya latihan dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur keselamatan.
Sebanyak 194 personel Ditpolairud Polda Sulut yang terdiri dari gabungan unsur satuan kerja internal Ditpolairud serta jajaran Kepolisian Resor di wilayah hukum Polda Sulut turut ambil bagian aktif dalam kegiatan pemantapan kemampuan tersebut.
Latihan SAR juga dilengkapi dengan penggunaan alat pemotong baja dalam simulasi penyelamatan korban. Dalam sesi ini, personel dilatih melakukan pemecahan runtuhan batu dan pemotongan besi sebagai bagian dari teknik evakuasi pada situasi kecelakaan berat maupun bencana alam.
Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan latihan dengan serius dan disiplin, sembari tetap mengutamakan faktor keselamatan kerja. Para instruktur memberikan arahan teknis secara langsung agar personel memahami prosedur penggunaan alat serta teknik penyelamatan sesuai standar operasional yang berlaku.
Melalui latihan gabungan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap seluruh personel semakin siap, sigap, dan profesional dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di tengah masyarakat, baik di wilayah perairan maupun daratan.
“Kesiapan personel SAR menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan dan pelayanan cepat kepada masyarakat saat terjadi situasi darurat maupun bencana,” ujar salah satu instruktur di sela kegiatan latihan.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh personel Ditpolairud Polda Sulut masih melanjutkan rangkaian kegiatan latihan SAR di wilayah darat. Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan materi dan praktik latihan SAR di wilayah perairan laut yang diagendakan berlangsung pada hari kedua, Jumat (22/05/2026), guna melengkapi kemampuan operasional personel secara menyeluruh.
