Top 5 This Week

Related Posts

Wabup Sambas Buka FGD Perlindungan PMI, Tekankan Peran Aktif Masyarakat dan Stakeholder

SAMBAS – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. melalui Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., secara resmi membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Peran Kelompok Masyarakat Dalam Mendukung Penerapan Hukum, Pencegahan serta Perlindungan PMI di Kabupaten Sambas” yang digelar di Hotel Pantura Jaya Sambas, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sambas tersebut melibatkan berbagai stakeholder sebagai upaya memperkuat sinergi dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di Kabupaten Sambas yang merupakan salah satu daerah kantong pekerja migran.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi menyampaikan apresiasi kepada SBMI Kabupaten Sambas atas terselenggaranya kegiatan FGD yang dinilai sangat penting dan strategis.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sambas yang telah menggelar FGD dengan tema Optimalisasi Peran Kelompok Masyarakat Dalam Mendukung Penerapan Hukum, Pencegahan serta Perlindungan PMI di Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Menurut Heroaldi, kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama agar para pekerja migran Indonesia memperoleh hak-haknya secara layak, baik dalam aspek perlindungan, pembinaan, maupun pemberdayaan.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap PMI tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, organisasi, dan stakeholder terkait agar pencegahan terhadap penempatan nonprosedural dapat dilakukan secara maksimal.

“Melalui forum diskusi ini diharapkan lahir gagasan, masukan, dan langkah nyata dalam memperkuat perlindungan PMI, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya prosedur yang benar dan perlindungan hukum bagi pekerja migran,” tambahnya.

FGD tersebut juga menjadi wadah diskusi bersama dalam membangun kolaborasi antar pihak guna meningkatkan peran kelompok masyarakat dalam mendukung penerapan hukum, pencegahan tindak pidana perdagangan orang, serta perlindungan terhadap PMI asal Kabupaten Sambas.(Danil.A)

Popular Articles