Top 5 This Week

Related Posts

Gempita May Day Binjai: Buruh Terima Santunan & Sembako, Ketua SBNI Tegaskan: Jangan Sekadar Seremonial

Kompas.SBS – BINJAI
Suasana haru berpadu semangat perjuangan mewarnai peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day 2026 di Kota Binjai. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang umumnya diisi orasi di jalanan, perayaan tahun ini digelar lebih tertib dan bermakna di Aula Kantor Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerinperdag) Kota Binjai, Rabu (6/5/2026). Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen refleksi sekaligus bukti nyata perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja di wilayah Bumi Bertuah.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Disnakerinperdag Kota Binjai Drs. Hamdani Hasibuan, Komandan Kodim 0203 Langkat Letkol Arh Medwin Sangkakala S.Sos., serta perwakilan Kapolres Binjai yang diwakili Wakapolsek Binjai Utara AKP Botang Nadeak SH. Turut hadir Ketua Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) Binjai Setiawan Setepu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Binjai Inggrid Maya Sari, Direktur Utama PDAM Tirtasari Binjai Ashari ST, serta perwakilan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

Salah satu momen paling menyentuh hati adalah penyerahan santunan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak lima ahli waris pekerja menerima bantuan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp871 juta. Penyerahan ini menjadi pengingat sekaligus bukti nyata bahwa perlindungan sosial adalah hak mutlak bagi pekerja dan keluarganya, terutama saat kehilangan tulang punggung keluarga.

Tak hanya itu, kepedulian juga ditunjukkan lewat pembagian bantuan pangan: sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada pekerja yang membutuhkan, ditambah 50 paket lagi dari panitia penyelenggara. Langkah ini disambut hangat peserta sebagai wujud solidaritas nyata di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak pekerja.

Di sela acara, Ketua SBNI Binjai, Setiawan Setepu, menyampaikan pesan tegas kepada awak media. Ia menegaskan peringatan May Day tidak boleh sekadar menjadi seremonial tanpa makna perubahan.

“Jangan sampai acara ini hanya formalitas tahunan. Intinya harus benar-benar untuk kepentingan buruh, demi mewujudkan kesejahteraan yang nyata,” ujar Setiawan dengan nada serius. Ia juga menyoroti masih banyaknya keluhan pekerja, mulai dari upah tidak layak, jam kerja berlebihan, hingga ketidakpastian status kerja. “Buruh bukan alat produksi, tapi manusia yang berhak dilindungi. Negara dan hukum harus hadir menjadi perisai kami,” tambahnya.

Di akhir pernyataan, Setiawan meneriakkan yel-yel perjuangan yang menggema di seluruh ruangan: “Hidup buruh! Buruh sejahtera! Buruh tetap dilindungi! Merdeka!” Seruan itu langsung disambut sorak sorai peserta, menegaskan persatuan yang kuat di kalangan pekerja.

Meski sarat pesan perjuangan, acara tetap dikemas hangat dan kekeluargaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengundian berhadiah atau lucky draw yang menambah kemeriahan. Seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur. “Selain menambah wawasan dan kebersamaan, kami juga pulang membawa kenang-kenangan. Ini hiburan kecil yang berarti di tengah perjuangan kami sehari-hari,” ungkapnya tersenyum.

Secara keseluruhan, May Day 2026 di Binjai berjalan aman, tertib, dan damai. Kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, BPJS, serikat pekerja, dan pengusaha menunjukkan kedewasaan dalam membina hubungan industrial. Namun satu pesan tetap jelas: kesejahteraan buruh bukan janji kosong, melainkan hak yang harus terus diperjuangkan dan dipenuhi bersama.

Pewarta: Warianto

Popular Articles