KARO SUMUT, Kompas.SBS| Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia ( World Press Freedom Day) dan juga selamat Hari Kebebasan Pers buat seluruh Jurnalis di Indonesia, yang kita peringati setiap Mei, walau masih bertanya walau menyimpan ragu, saatnha kita merayakan prinsip dasar kebebasan pers, dan juga mengevaluasi pers global, saatnya membela media dari pembatasan, kita kita juga harus menghormati jurnalis yang sudah lebih dahulu meninggalkan kita, mereka pejuang tinta sudah gugur.
Hal ini diungkapkan salah satu Jurnalis, Erianto Perangin- Angin, Minggu (03/05/2026) di Jalan Veteran Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.
Saat ini kita diberi kesempatan dalam evaluasi, tingkat kebebasan pers di Wilayah Sumatera Utara, khususnya Tanah Karo Simalem, komitmen membela Jurnalis dan Media dari pembatasan atau penyensoran serta memperdulikan hak hak dalam dunia jurnalistik.”
Perlindungan untuk Pers harus diperjelas dan undang undang sudah mengatur, hari ini kita mengingatkan kepada Pemerintah untuk menghormati komitmen mereka dalam mejunjung tinggi kebebasan berpendapat, sesuai pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.” Pungkasnya.

Hari ini juga kita mengenang jurnalis rekan juang kita yang sudah lebih dahulu meninggalkan kita, terlebih yang gugur karena tugas, Almarhum Rico Sempurna Pasaribu, semoga tetap tenang bersama Bapa di Surga, semoga tidak ada lagi Jurnalis yang harus kehilangan nyawa karena menjalankan tugasnya.” Kata Erianto Perangin-Angin.

Kita juga dituntut untuk tetap profesional, terkait etika dan independedlnsi, menyoroti dengan tantangan media di era modern seperti keamanan jurnalis, dan tantangan dalam kecerdasan tehnologi, kecerdasan buatan, semua menjadi tantamgan dan rintangan, tapi tidak terlepas kita juga harus lebih mengedepankan etika, dan kode etik, semoga kebebasan pers nyata dan karya dapat terus dipercaya, sekali lagi Selamat Hari Kebebasan Pers.” Tutupnya.

Tulisan : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

