Sulawesi Utara, KOMPAS Wakil Komandan Komando Armada (Kodaeral) VIII Manado Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc mengambil langkah cepat dan tegas dalam menanggapi peristiwa kebakaran yang terjadi di rumah warga yang berlokasi tepat di samping Markas Komando Kodaeral VIII, Kelurahan Kairagi Weru, Kota Manado, pada hari Selasa, 28 April 2026.
Segera setelah menerima informasi mengenai musibah tersebut, Wadan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc langsung memerintahkan pengerahan personel serta menyiapkan berbagai sarana pendukung yang dimiliki satuan guna membantu proses penanganan secara menyeluruh.
Sejumlah peralatan dan kendaraan operasional dikerahkan untuk mempercepat dan mempermudah upaya penanganan, antara lain mobil pemadam kebakaran serta mobil ambulans milik Kodaeral VIII. Kedua sarana tersebut memiliki peran penting, di mana mobil pemadam kebakaran digunakan untuk mendukung proses pemadaman kobaran api, sedangkan mobil ambulans disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban dan mempermudah proses evakuasi maupun penanganan kesehatan jika dibutuhkan.
Pengerahan sumber daya ini dilakukan sebagai bentuk kesigapan dan tanggung jawab institusi dalam hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Prajurit yang dikerahkan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk bergabung dan bekerja sama dengan pihak terkait dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut.
Di lokasi kejadian, seluruh personel yang ditugaskan bekerja dengan disiplin dan penuh semangat. Mereka terlibat langsung dalam proses pemadaman api, sekaligus membantu proses evakuasi barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan, dengan tujuan meminimalkan kerugian yang mungkin dialami oleh pemilik rumah. Kehadiran sarana pendukung yang disediakan juga sangat membantu memperlancar setiap tahapan penanganan yang dilakukan.
Langkah yang diambil oleh Wadan Kodaeral VIII Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc ini merupakan bukti nyata bahwa jajaran TNI Angkatan Laut senantiasa siap hadir dan memberikan bantuan dalam berbagai situasi, baik dalam menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan negara maupun dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah. Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman serta meringankan beban yang dirasakan oleh warga yang terkena dampak.
Berkat kerja sama dan upaya yang dilakukan secara bersama-sama, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan situasi kembali kondusif. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan secara bertahap.

