Jakarta, Kompas.Sbs — Di tengah riuhnya genre aksi dan horor yang mendominasi layar bioskop, film Kupeluk Kamu Selamanya hadir sebagai oase emosional yang menyentuh sisi paling dalam kehidupan manusia: tentang cinta yang tak selalu utuh, kehilangan yang tak terelakkan, dan keberanian untuk tetap melangkah.
Diproduksi oleh Kuy! Studios bersama Aktina Film,film ini mengangkat realitas pahit yang jarang diungkap secara jujur di layar lebar,Melalui tangan dingin sutradara Pritagita Arianegara, cerita disajikan dengan pendekatan yang tenang namun menghantam perasaan.
Tokoh utama Naya, yang diperankan Hana Malasan, digambarkan sebagai ibu tunggal yang harus mengubur mimpi-mimpinya demi merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang berjuang melawan penyakit serius sejak lahir,Dalam keterbatasan yang menghimpit, Naya juga menghadapi kenyataan pahit retaknya rumah tangga bersama suaminya yang diperankan Ibnu Jamil,Alih-alih menyuguhkan konflik yang dramatis dan meledak-ledak, film ini justru memilih jalur sunyi—mengajak penonton menyelami kelelahan batin, kesepian, dan ketegaran seorang ibu dari jarak yang begitu dekat, Kamera bergerak lembut, seolah menjadi saksi atas luka yang tak selalu terlihat.
Menariknya, film ini tidak memaksakan citra “ibu harus kuat” seperti yang kerap digaungkan. Sebaliknya, penonton diajak memahami bahwa rapuh, menangis, dan meminta bantuan adalah bagian dari kekuatan itu sendiri,Atmosfer film semakin kuat dengan kehadiran para pemain pendukung seperti Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Yurike Prastika, hingga Mario Irwinsyah, yang menghadirkan nuansa hangat sekaligus getir.
Di balik layar, proyek ini juga menjadi langkah baru bagi Dinda Hauw yang untuk pertama kalinya terlibat sebagai produser bersama Dara Dwitanti.
Sementara itu, nama Sean Gelael dan Angga Dwimas Sasongko turut memperkuat jajaran produser eksekutif.
Lebih dari sekadar tontonan, Kupeluk Kamu Selamanya hadir sebagai refleksi—tentang mereka yang diam-diam berjuang di balik kehidupan yang tampak biasa.
Film ini mengingatkan bahwa cinta seorang ibu bukan hanya soal memberi tanpa batas, tetapi juga tentang bertahan di tengah kehancuran.
Dijadwalkan tayang mulai 30 April 2026 di bioskop seluruh Indonesia, film ini berpotensi menjadi karya yang tak hanya ditonton, tetapi juga meninggalkan jejak emosional yang mendalam bagi penontonnya.

