Kompas.sbs–Rote Ndao – Bupati Rote Ndao, Paulus Henukh, menggelar pertemuan dan diskusi bersama sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) dalam suasana dialogis dan konstruktif guna membahas berbagai program pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, kepemudaan, dan penanggulangan kemiskinan, Jumat (24/04/2026).
Audiensi tersebut berlangsung dengan melibatkan sejumlah kepala perangkat daerah Kabupaten Rote Ndao sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan.
Dalam pertemuan itu, Jaringan Peduli Anak Bangsa menyampaikan rencana pengembangan program Gereja Ramah Anak serta inisiatif Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Rote Ndao. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan dan sosial yang lebih aman serta inklusif bagi anak-anak.
Sementara itu, Institute for Essential Services Reform (IESR) memaparkan rencana kontribusinya dalam pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2050. Program ini dinilai penting untuk mendorong transisi energi berkelanjutan di wilayah Rote Ndao.
Di sisi lain, Ume Dame Nusantara menyampaikan rencana program yang berfokus pada penanggulangan kemiskinan dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi tantangan ekonomi maupun dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Selanjutnya, Rotary Club melaporkan pelaksanaan kegiatan dalam rangka Hari Malaria Sedunia yang saat ini tengah berlangsung di Rote Ndao. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan malaria.
Tak hanya itu, komunitas Anak Muda Rote Bergerak juga menyampaikan rencana Perkemahan Pemuda Rote serta program Rote Mengajar yang bertujuan meningkatkan peran generasi muda dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Paulus Henukh menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk NGO, menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.
“Pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kerja sama yang konstruktif. Sinergi lintas sektor seperti ini penting agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kehadiran para kepala perangkat daerah dalam audiensi tersebut, diharapkan berbagai rencana program yang telah dipaparkan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi yang lebih konkret dan terarah demi kemajuan Kabupaten Rote Ndao.YH

