*Dinkes Subang Tingkatkan Upaya Pencegahan DBD Melalui Program Jumantik*
Kompas sbs, Subang – Program Jumantik (Juru pantau Jentik yang disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) bertujuan memberdayakan masyarakat untuk memantau dan memberantas jentik nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menghadapi acaman pengingat Kasus Demam Berdarah Dengue DBD. Dinas kesehatan Kabupaten Subang terus mengintensifkan langkah -langkah pencegahan, terutama melalui program penguatan juru pemantau jentik (jumantik). Langkah ini diharapkan dapat menekan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti penyebab utama penyakit DBD yang kembali menujukan peningkatan kusus kegiatan program jumantik bertempat di kelurahan sukamelang kecamatan Subang Kabupaten Subang
Rabu (22/4/2026).
Untuk menanggulangi penyebaran DBD, Dinas Kesehatan, mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program “satu Rumah satu Jumantik ” Program ini mengajak setiap rumah tangga menujuk satu anggota idealnya ibu rumah tangga, sebagai pamantau jentik dilingkungan masing -masing ibu rumah tangga sangat strategis kerena mereka sering membersihkan rumah dan paling mengetahui kondisi lingkungan sekitar jelas dr Dwinan.
Selain itu, beberapa langkah lain juga telah diambil pemerintah, diantara edukasi 3M Plus, surat edaran ke kelurahan juga desa untuk pemberantasan nyamuk (PSN) secara menyeluruh dan fogging terarah yakni pengasapan dilakukan secara teleskopik berdasarkan hasil survei lapangan untuk memastikan efektivitas pengendalian nyamuk.
Diskes Subang juga menggandeng puskesmas sebagai ujung tombak edukasi dan sosialisasi Kesehatan, termasuk mengoptimalkan peran posyandu ditingkat desa, Melalui sinergi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pencegahan dan lebih ikut berperana aktif menjaga kebersihan lingkungan tambahnya.
Gebrakan seperti aksi masal di mesjid, sekolah dan desa – desa dinilai efektif dalam menekan penyebaran kasus. Namun Dinas Kesehatan masih melacak sumber penyebab utama, termasuk kebun bambu yang menjadi tempat berlindung udara di musim hujan, melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah, diharapkan kasus DBD di subang dapat terus dikendalikan harapannya.
Reporter Kompas sbs
D. Jekiw.
