Top 5 This Week

Related Posts

UPKK Klarifikasi Terkait Dugaan Pemotongan Anggaran Olah Lahan Pasca OPLA tahun 2025 Didesa Purwodadi

Banyuasin, Teropong Sumsel.Com,-

Ketua UPKK Program Opla tahun 2025, “Hasanudin” memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan pemotongan anggaran olah lahan guna percepatan tanam program opla tahun 2025 di Desa Purwodadi Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin, Klarifikasi ini disampaikannya pada Senin 20 April 2026, sebagai tanggapan atas pemberitaan media ini, Minggu (19/04/2026) yang berjudul. Diduga Pengurus UPKK Potong Dana Anggaran Olah Lahan Pasca Program Opla Didesa Purwodadi Tuai Sorotan.

Dalam keterangannya, Hasanudin menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar tidak benar dan akan memberikan beberapa penjelasan untuk meluruskan informasi yang berkembang.

Menanggapi tuduhan bahwa, pengelolaan anggaran olah lahan percepatan tanam pasca program opla tahun 2025 didesa Purwodadi adanya dugaan pemotongan anggaran sebesar Rp.400.000,00- seperti di dalam berita, dirinya menyatakan bahwa, seluruh perencanaan dan alokasi anggaran untuk olah lahan telah melalui mekanisme resmi. Berdasarkan petunjuk tekhnis serta RAB

“Terkait dengan sorotan sejumlah petani yang tidak mau disebutkan namanya dalam berita yang mengungkapkan bahwa adanya pemotongan anggaran olah lahan percepatan tanam pasca program opla didesa purwodadi
yang Disampaikan dalam keterangan narasumber tersebut itu tidak benar, Jelas Hasanudin.

“Perlu saya jelaskan terkait pemberitaan yang beredar bahwasannya kegiatan olah lahan percepatan tanam pasca program opla yang bersumber dari anggaran apbd tahun 2025, sudah kami laksanakan dengan baik hingga selesai tanpa ada hambatan apapun dan saya pastikan tidak adanya pemotongan anggaran sedikitpun, Ungkapnya.

“Hasanudin pun menghimbau kepada masyarakat petani untuk menyampaikan keluhan atau pertanyaan langsung kepada saya selaku upkk agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kami selalu terbuka terhadap kritik dan saran. Jika ada hal yang perlu diklarifikasi, kami siap menjelaskan secara transparan. Saya menghimbau masyarakat petani untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” tutupnya.

(Dedek Candra)

Popular Articles