Kompas.SBS – Langkat
Menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci Mekkah, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Muhajirin Lingkungan V Beringin, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Rabu 15 April 2026 menggelar tradisi khas Tepung Tawar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud doa restu dan harapan agar perjalanan ibadah para calon jemaah haji diberikan keselamatan serta kelancaran.

Acara yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Masjid Al-Muhajirin ini dihadiri oleh warga sekitar, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Suasana terasa sangat hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk dukungan moril bagi saudara-saudara kita yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan. Ketua BKM Al-Muhajirin, Bapak H. Suprianto, M.Pd, dalam arahannya berpesan agar para calon jemaah haji dapat memahami dan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah sesuai dengan rukun dan syarat haji dengan benar.

Sementara itu, Kepala Lingkungan V Beringin, Bapak Makmur, juga menyampaikan pesan penting agar para calon jemaah selalu menjaga kesehatan fisik selama di Tanah Suci, sehingga dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan tenang, sempurna, dan khusyuk.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Heri El Fuad, M.Si. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya niat yang ikhlas serta senantiasa berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT. Beliau juga mengingatkan bahwa doa orang yang sedang berihram sangat mustajab dan diyakini pasti akan dikabulkan oleh-Nya.

Puncak acara adalah prosesi Tepung Tawar yang dilakukan terhadap 7 orang calon jemaah haji dari lingkungan setempat. Air yang telah dicampur dengan daun-daunan khusus tersebut dipercaya membawa berkah, keselamatan, dan menjadi simbol pembersihan diri dari segala hal yang kurang baik.

Tradisi ini bukan sekadar adat, melainkan sarat akan makna doa agar perjalanan jauh tersebut senantiasa dilindungi, ibadahnya diterima, dan pulang dengan membawa gelar Haji/Hajjah yang mabrur.

Kegiatan ini juga menjadi momen yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan kepada seluruh jemaah selama di perjalanan maupun saat melaksanakan ibadah. Semoga menjadi haji yang mabrur, aman, dan selamat sampai kembali ke tanah air,” ucap salah satu tokoh agama dalam doa penutup.

Acara diakhiri dengan doa bersama serta sesi salam-salaman dan bersalaman langsung dengan para calon jemaah sebagai tanda kasih sayang dan doa restu dari seluruh warga.
Reporter: Warianto

