Top 5 This Week

Related Posts

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Digoyang Isu “Tangkap-Lepas” Liquid Sintetis, Ada Bau Amis Uang!

MAKASSAR — KOMPAS., Institusi Satres Narkoba Polrestabes Makassar kini berada di titik nadir kepercayaan publik.

Dugaan praktik “bisnis hukum” bermodus tangkap-lepas pelaku narkoba meledak ke permukaan, memicu gelombang kemarahan dari kalangan aktivis dan mahasiswa yang menuding adanya kongkalikong kotor di balik jeruji besi.

Aksi Massa: Bongkar “Mafia” Penegak Hukum Kamis (05/03/2026), gerbang Mapolrestabes Makassar mencekam.

Koalisi Lintas Mahasiswa (KLM) mengepung markas kepolisian tersebut dengan tuntutan yang menggetarkan: Bongkar dugaan jual-beli perkara!

Massa membongkar identitas tiga orang berinisial Al, As, dan Wm—yang sebelumnya diciduk di Jalan Tidung dengan barang bukti liquid sintetis.Jumat 13/ 03/2026

Namun, secara misterius, ketiganya menghirup udara bebas tanpa proses pengadilan yang jelas.

“Ini bukan sekadar prosedur yang salah, ini adalah pengkhianatan terhadap negara! Kami mencium bau amis transaksi di balik dilepasnya para pelaku liquid sintetis ini,” teriak Kaharuddin, Koordinator Lapangan aksi, di tengah kepulan asap ban bekas.

Tudingan Transaksi di Bawah Tangan

Mahasiswa secara lantang menuding bahwa kebebasan ketiga terduga pelaku tersebut ditebus dengan setoran uang dalam jumlah fantastis kepada oknum aparat.

Jika terbukti, hal ini mencoreng jargon “Presisi” yang selama ini didengungkan Polri.

Poin-poin tuntutan utama mahasiswa:
Audit Investigatif  Meminta Propam Polda Sulsel memeriksa harta kekayaan dan aliran dana oknum penyidik terkait.

Copot Kasat Narkoba:

Mendesak pertanggungjawaban moral dan struktural Kasat Narkoba Polrestabes Makassar atas dugaan lemahnya pengawasan anggota.

Transparansi Barang Bukti: Mempertanyakan keberadaan paket liquid sintetis yang disita saat penangkapan di Jalan Tidung.

Institusi dalam Sorotan Tajam
Kasus ini menempatkan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar di posisi sulit.

Mahasiswa menilai, diamnya pihak kepolisian hanya akan memperkuat opini publik bahwa “hukum bisa dibeli”.

“Kalau bandar dan kurir bisa bebas hanya dengan uang, maka jangan salahkan rakyat jika menganggap Polrestabes Makassar telah gagal total dalam perang melawan narkoba!” tegas Kaharuddin menutup orasinya.

Hingga berita ini diturunkan, tekanan publik terus meluas di media sosial, mendesak Kapolda Sulsel untuk segera turun tangan membedah borok yang diduga terjadi di tubuh Satres Narkoba Polrestabes Makassar. (**)

 

 

 

Popular Articles