Sabtu, Maret 28, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

BPKP Aceh Kawal Ketat Tata Kelola KDMP di Sabang, Batee Shok Tegaskan Komitmen Transparansi Tanpa Kompromi

BPKP Aceh Kawal Ketat Tata Kelola KDMP di Sabang, Batee Shok Tegaskan Komitmen Transparansi Tanpa Kompromi

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || SABANG-ACEH, 24 Februari 2026 – Penguatan tata kelola koperasi desa memasuki fase krusial. Tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh turun langsung melakukan pemantauan dan evaluasi Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Triwulan I Tahun 2026 di wilayah Kota Sabang, Selasa (24/2/2026).

Gampong Batee Shok menjadi salah satu titik strategis dalam agenda pengawasan tersebut. Selama satu jam penuh, pukul 11.30–12.30 WIB, Tim BPKP Aceh melakukan penelusuran administrasi, audit sistem pengelolaan, hingga verifikasi lapangan terhadap implementasi program KDMP di kantor keuchik dan lokasi operasional koperasi.

Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Pemantauan dilakukan secara detail dan komprehensif untuk memastikan pengelolaan koperasi berjalan sesuai regulasi, prinsip akuntabilitas, serta standar tata kelola yang baik (good governance).

Keuchik Batee Shok, Ridwan Nasution, Menyambut langsung kehadiran tim pengawasan tersebut bersama perangkat gampong dan pengurus koperasi. Ia menegaskan bahwa pengawasan eksternal adalah bagian penting dalam membangun sistem yang kuat dan terpercaya.

“Kami tidak ingin KDMP hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar sehat secara manajemen dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga. Transparansi bukan pilihan, melainkan keharusan. Dengan pendampingan BPKP Aceh, kami berkomitmen memperkuat sistem dan menutup celah risiko sejak dini,” tegas Ridwan dengan penuh keyakinan.

Dalam sesi evaluasi, BPKP Aceh memberikan sejumlah catatan teknis dan penguatan pada aspek pencatatan keuangan, mekanisme pelaporan, serta konsistensi tata kelola operasional. Pendekatan yang dilakukan bersifat preventif—mendorong perbaikan berkelanjutan sebelum muncul potensi permasalahan di kemudian hari.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan dana dan program koperasi desa tidak luput dari pengawasan profesional. KDMP diharapkan tidak hanya menjadi simbol ekonomi kerakyatan, tetapi benar-benar tumbuh sebagai entitas usaha desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Pemantauan dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Februari 2026 di sejumlah gampong lainnya di Kota Sabang. Agenda ini menegaskan komitmen kolektif antara pemerintah desa dan aparat pengawasan dalam membangun koperasi yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Batee Shok kini menempatkan KDMP sebagai motor penggerak ekonomi desa—dikelola secara profesional, diawasi secara ketat, dan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga.

~Reporter Perss Kompas.sbs.-Aceh-Novi Karno 

~SumberPhoto-Ridwan Nasution (Keuchik Gampong Bateshoek)

~RedaksiNasional-KOMPAS.SBS.

Popular Articles