*GAKAN banjir ( Gerakan Akselerasi, Antisipasi Banjir ) Ontrog Kantor DPRD Subang*
Subang , Sejumlah tokoh masyarakat dan Para kades Pantura Subang , datang kantor DPRD kabupaten Subang
Untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan warga Pantura Subang yang terkena dampak banjir tahunan.
Juru bicara dari peserta audiens Hasanudin masawi , juga sebagai kepala desa Mulyasari kecamatan Pamanukan ,menyampaiakan beberapa tuntutan Pertama , kami meminta pemerintah Daerah segera melakukan normalisasi dan rehabilitisi daerah aliran sungai yang ada di wilayah Pantura Kamis (19/2/2026)
Seperti. Sungai Cipunagara Ciasem, Cigadung , Cijengkol dan sungai tersieur lainya.
Kedua, segera bangun embung , sudah ada lahan yang sudah di siapkan untuk embung tersebut lahanya ada di Desa Mulyasari dan Desa Rancasari kecamatan Pamnukan.
Problem terjadinya banjir tahunan sebenarnya sudah teridentifikasi akar masalah nya , tinggal bagaimana peranan pemerintah Daerah kabupaten , Provinsi Jawa Barat dan Pusat melakukan upaya pencegahan secara bersama – sama dan tindakan konkrit membangun dan menata aliran sungai tersebut ujannya.
“Kami, ucapkan terimakasih kepada ketua DPRD kabupaten Subang dan anggota dewan yang lainya , yang telah bersedia menerima aspirasi kami. ” Semua persoalan penanganan dampak banjir akan segera di kordinasian dengan Bupati , baik itu teknis dan kebijakannya harus seperti apa , Karena ini harus melibatkan pemerintah provinsi dan Pusat, karena menyangkut tanggung jawab dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air ‘ itu yang di sampaikan kepada kami.
Di jelasan juga dari Kepala Dinas PUPR kabupaten Subang, , setelah lebaran idul fitri kita akan lakukan Perbaikan drinase. Dan normalisasi sungai yang,memang harus segera ada tindakan.
Untuk sementara ini kita sudah melakukan. Perbaikan di beberapa wilayah Pantura yang terkena dampak banjir tahunan tersebut kata Kadis PUPR Subang.
Besar harapan kami dan Atas nama masyarakat Pantura. pemerintah harus peka dan memberikan perhatian khusus. Kepada kami, Karena setiap musim hujan kami merasa was- was dan tidak sedikit. Kerugian material yang hilang bahkan keselamatan jiwa warga kami.Pungkasnya.
Reporter D. Jekiw.
