Kompas.sbs|| Langsa 19/2/2026- Berdasarkan Lanjutan laporan yang telah di angkat oleh media online siji aceh, menurut dari penilaian tersebut, “bahwa lembu yang di berikan oleh dinas Peternakan pemerintah kota langsa tidaklah sesuai dengan kreteria yang sewajarnya.
di karenakan lembu yang diberikan oleh pemerintah kota langsa melalui dinas perternakan buat desa-desa yang ada di seluruh kota langsa sangatlah kecil sehingga membingungkan aparat di desanya untuk membaginya.
Informasi yang di dapat dari sumber media online siji aceh, bahwa anggaran yang mencapai 1.029.500.000 meliar lebih untuk pembelian 71 ekor lembu, berarti perekornya lebih kurang mencapai nilai Rp14.500.000 (empat belas juta lima ratus ribu rupiah) perekornya, namun kenyataannya di lapangan sangatlah berbeda dengan harga lembu tersebut.
Lembu tersebut diperkirakan hanya 7 atau 8 jutaan saja itu pun di karenakan dagingnya di perkirakan berkisar sekitar 50 kg atau lebih sedikit dari itu, .Bila dihitung dengan harga pasaran harga daging yang di jual di pasar kota langsa per 1 kg berkisar Rp160.000(seratus enam puluh ribu rupiah ) perkilonya, maka bisa di perkirakan harga1 ekor lembu berkisar hanya Rp 8.000.000, (delapan juta rupiah) sementara anggaran yang di berikan oleh pusat di dalam satu lembu di perkirakan sebesar Rp 14.500.000.( empat belas juta lima ratus ribu rupiah) perekornya dan informasi ini telah di konfirmasi oleh
kepala desanya langsung melalui salah satu media online yang ternama di aceh, selain itu dinas Peternakan pemko langsa memberikan ongkos potong 5% sekitar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).
disisi lain ada Salah seorang oknum di dalam pemerintahan pemko langsa memberanikan diri untuk protes karna lembu yang diberi oleh dinas perternakan pemko langsa sangatlah terlampau kecil alias kurang maka dari itu perangkat desa di bagilah sediki-sedikit oleh mereka ” Cetus salah seorang oknum di pemerintahan Kota Langsa.
Sementara oknum Camat lainya menyatakan “tugas kami hanya membagikan apa yang telah di berikan tugas oleh pemangku kebijakan di Pemerintah Kota Langsa dan Masalah besar atau kecilnya itu bukan wewenang kami, pungkasnya.
( Zul/Stria baja hitam )

