MINSEL, KOMPAS.SBS – Video pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan galon di SPBU Amurang yang sempat viral dan menuai sorotan publik akhirnya mendapat klarifikasi. Pihak SPBU menegaskan pengisian tersebut dilakukan berdasarkan surat rekomendasi resmi dari dinas terkait, Rabu (14/01/2025).
Pengelola SPBU menjelaskan bahwa praktik pengisian galon bukan dilakukan sembarangan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan nelayan serta pelaku pertanian yang membutuhkan BBM untuk operasional.
“Pengisian BBM ini berdasarkan rekomendasi dari Dinas Perikanan dan sektor pertanian agar BBM tepat sasaran untuk nelayan dan petani,” kata pihak SPBU Amurang.
Menurut pengelola, kondisi geografis serta keterbatasan akses SPBU di sejumlah wilayah Minahasa Selatan (Minsel) menjadi alasan Pertamina Amurang menyalurkan BBM dengan mekanisme tersebut.
Viral karena Dinilai Mendahului Antrean
Video viral yang beredar memperlihatkan pengisian galon di SPBU yang terkesan mendahului antrean kendaraan lain. Pihak SPBU mengakui adanya ketidaknyamanan dan menyampaikan permohonan maaf.
“Kami memohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan ketidaknyamanan di lapangan,” ujar pengelola.
Pengawasan Bakal Diperketat
SPBU Amurang menyebut ke depan akan memperketat prosedur pelayanan pengisian BBM menggunakan galon maupun jeriken. Hanya konsumen yang memiliki surat rekomendasi resmi dari dinas terkait yang akan dilayani.
“Ke depan pengawasan diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan dan pelayanan tetap tertib serta adil,” lanjut pihak SPBU.
Dengan klarifikasi ini, SPBU berharap masyarakat memahami bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran serta mendukung operasional nelayan dan petani di wilayah Minsel.(OS)
Galon ‘Salip’ Antrean di SPBU Amurang Bikin Heboh, Ini Penjelasan SPBU

