*Waraga Blok Jalitri Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat Dengan 
Subang – Penolakan warga terhadap pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dekat pemukim sering terjadi, karena kekhawatiran akan dampak negatif seperti bau tidak sedap polusi udara, gangguan kesehatan (lalat,nyamuk) penurunan estetika lingkungan, seperti yang terjadi di blok Jalitri RT36/09 kelurahan Karanganyar, kecamatan Subang, Kabupaten Subang.
Waraga menuntut sosialisasi yang lebih baik dan lokasi yang jauh serta strategis.
Menurut salah seorang warga, Rudi, mengatakan TPS yang berada di blok Jalitri , selain bau yang menyengat, TPS tersebut juga menjadi sarang nyamuk dan lalat, serta tumpukannya selalu menggung sehingga mengganggu pemandangan.
Akibatnya, kesehatan warga terganggu serta pemilik usaha kos merugi kerena penyewa tak nyaman ujarnya.
Rudi juga mengatakan bahwa situasi terkini di TPS Jalitri masih belum jelas,namun warga blok Jalitri telah menyatakan penolakan terhadap keberadaan TPS di wilayah mereka karena dianggap menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan Jumat (27/12/2025).
Mereka telah menyampaikan keluhan kepada pihak berwenang, namun belum ada solusi konkeret jelasnya.
Warga blok Jalitri menuntut agar pemerintah Daerah kabupaten Subang mencari lokasi alternatif yang lebih sesuai dan jauh dari pemukiman warga.
“Beberapa alasan penolakan TPS yang berada di Blok Jalitri antara lain.
*Penumpukan Sampah* Tidak ada pengangkut Sampah secara teratur, menyebabkan penumpukan sampah yang terkendali.
*Pencemaran Lingkungan* air limbah yang dihasilkan TPS dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap.
*Potensi Penyebaran Penyakit* TPS dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.
Rudi berharap pemerintah Daerah melalui Dinas terkait perlu segera mencari solusi untuk mengatasi masalah TPS di blok Jalitri dan melibatkan masyarakat setempat dalam mengambil keputusan.
Keberadaan TPS tersebut sudah ada sekitar Dua tahun namun pembangunannya tidak sosialisasi dengan warga terdampak.
Sampah yang dibuang di TPS Jalitri tidak hanya dari rumah tangga , tepi juga sampah dari pasar panjang yang jumlahnya sangat banyak dan beragam papar Rudi.
Reporter D.Jekiw.

