Top 5 This Week

Related Posts

BUPATI KUPANG SALURKAN 84 TON BERAS DAN BANTUAN PERTANIAN DI KECAMATAN SULAMU

KUPANG kompas.sbs. Bupati Kupang Yosef Lede menyalurkan bantuan pangan beras tahap II periode Juli–September 2026 bagi 2.803 kepala keluarga (KK) se-Kecamatan Sulamu, dengan total alokasi 84 ton beras. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada 10 orang perwakilan penerima di Kantor Camat Sulamu, Kamis (10/9/2026) siang.

Penyaluran bantuan pangan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah dukungan sektor pertanian, yakni bantuan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, long storage, serta bantuan pupuk sebanyak 1,5 ton kepada Kelompok Tani Sinar Saenam dan Kelompok Tani Harapan, Desa Bipolo.

BUPATI KUPANG SALURKAN 84 TON BERAS DAN BANTUAN PERTANIAN DI KECAMATAN SULAMU

Bantuan irigasi perpompaan diberikan kepada Kelompok Tani Harapan dan Lentera Bo’oen, Desa Pantulan; Kelompok Tani Pelangi, Desa Pariti; serta Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Bipolo. Bantuan irigasi perpipaan diberikan kepada Kelompok Tani Sota Dein, Desa Pantulan dan Kelompok Tani Kembang Sari, Desa Oeteta. Sementara dam parit diberikan kepada Kelompok Tani Bintang Baru dan long storage kepada Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Pantulan.

Bupati Yosef Lede mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah sekaligus stimulan untuk mendorong produktivitas dan kemandirian pangan masyarakat. Ia berharap masyarakat memanfaatkan bantuan dan lahan pertanian secara optimal sehingga ke depan ketergantungan terhadap bantuan pangan dapat dikurangi.

“Kita ingin suatu saat tidak lagi membagi beras seperti ini, karena masyarakat sudah mampu menghasilkan pangan sendiri. Bantuan ini adalah stimulan dan motivasi agar masyarakat mau bekerja dan memanfaatkan lahan yang ada,” ujar Yosef.

Untuk menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan, pemerintah juga terus mendorong penyediaan sumber air bagi pertanian. Bupati menyampaikan rencana pengembangan sumur bor di desa-desa serta penambahan sarana pompa air guna mendukung petani mengoptimalkan lahan pertanian.

Ia juga mengingatkan kelompok penerima agar memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Menurutnya, peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu kunci memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain sektor pertanian, Bupati menyampaikan perkembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta rencana pembangunan pelabuhan di wilayah Sulamu. Pemerintah Kabupaten Kupang telah menyiapkan sekitar Rp600 juta untuk penyusunan feasibility study (FS) dan terus memperjuangkan dukungan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk pembangunan pelabuhan tersebut.

Pembangunan pelabuhan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya melalui perdagangan, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta berbagai usaha masyarakat pesisir. Bupati mengajak masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu mengambil peluang ekonomi dari pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Jangan menjadi penonton. Kalau ada potensi dan peluang di daerah ini, masyarakat Sulamu harus menjadi pelaku dan menikmati hasilnya,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kupang Hengky Loden mengapresiasi perhatian dan kehadiran Bupati Kupang di tengah masyarakat Kecamatan Sulamu. Ia menilai kehadiran langsung kepala daerah penting untuk mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah menyentuh warga yang membutuhkan.

Hengky menyebut kunjungan Bupati Yosef Lede ke Sulamu telah dilakukan berulang kali dan menunjukkan perhatian yang besar terhadap wilayah tersebut. Menurutnya, Sulamu memiliki potensi yang sangat besar dan layak mendapatkan perhatian dalam pembangunan Kabupaten Kupang.

“Sulamu ini surga di Kabupaten Kupang. Potensinya banyak, pertanian ada, peternakan ada, budidaya rumput laut juga ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Sulamu memiliki wilayah yang didominasi kawasan pesisir dan terdiri dari enam desa dan satu kelurahan. Kondisi tersebut memberikan peluang pengembangan berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian dan peternakan hingga perikanan serta budidaya rumput laut.

Karena itu, Hengky menilai bantuan yang diserahkan pemerintah hari ini memiliki arti penting. Menurutnya, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan pangan untuk menjawab persoalan kerawanan pangan, tetapi juga membawa dukungan produktif berupa sarana pertanian dan bantuan bagi kelompok tani.

“Bupati hari ini datang bukan hanya menyerahkan bantuan rawan pangan, tetapi juga membawa bantuan alat pertanian dan dukungan bagi beberapa kelompok penerima manfaat,” ujarnya.

Sebagai anggota DPRD yang memiliki fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah, Hengky menegaskan bahwa apresiasi yang disampaikannya merupakan bentuk penilaian terbuka terhadap program dan kerja pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menilai dan menentukan pilihan politik, namun proses tersebut harus didasarkan pada informasi dan kinerja yang nyata.

“Kalau orang melakukan hal yang baik, kenapa kita tidak menyampaikan yang baik? Ini juga menjadi edukasi politik kepada masyarakat agar memahami pembangunan secara terbuka,” jelasnya.

Hengky berharap perhatian pemerintah terhadap Sulamu terus berlanjut dan diikuti dengan pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat. Ia juga mendorong agar sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Popular Articles