Kompas.sbs-Rote Ndao – Dunia jurnalistik di Kabupaten Rote Ndao kembali berduka. Salah satu wartawan yang dikenal aktif dan berdedikasi dalam menjalankan tugas jurnalistik, Isak Totu, meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya dalam waktu yang cukup lama.
Kepergian almarhum menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta rekan-rekan seprofesi yang selama ini mengenal sosoknya sebagai pribadi yang rendah hati, pekerja keras, dan memiliki komitmen kuat terhadap profesi wartawan.
Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Prosesi pemakaman akan dihadiri keluarga besar, masyarakat, serta sejumlah insan pers yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Semasa hidupnya, Isak Totu dikenal sebagai wartawan yang aktif meliput berbagai peristiwa penting di Rote Ndao. Ia kerap mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, pembangunan daerah, serta berbagai dinamika sosial yang terjadi di wilayah tersebut.
Dedikasinya dalam menjalankan tugas jurnalistik membuat namanya dikenal luas, baik di kalangan masyarakat maupun para pemangku kepentingan. Melalui berbagai karya pemberitaannya, almarhum berupaya menghadirkan informasi yang dapat menjadi referensi bagi publik sekaligus mendorong lahirnya perhatian terhadap berbagai persoalan daerah.
Rekan-rekan wartawan mengenang Isak sebagai sosok yang tidak pernah lelah belajar dan bekerja. Bahkan ketika kondisi kesehatannya mulai menurun, ia tetap menunjukkan perhatian terhadap perkembangan berbagai isu di daerah yang selama ini menjadi bagian dari tugas dan pengabdiannya.
Kepergian Isak Totu menjadi kehilangan yang tidak mudah tergantikan bagi dunia pers di Rote Ndao. Sosoknya telah menjadi bagian dari perjalanan jurnalistik daerah yang selama ini berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Meski telah berpulang, semangat, dedikasi, dan jejak karya yang ditinggalkan almarhum akan terus dikenang. Banyak pihak berharap nilai-nilai profesionalisme dan pengabdian yang selama ini ditunjukkannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi wartawan berikutnya.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Mereka berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka ini.
Kepergian Isak Totu bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia jurnalistik Kabupaten Rote Ndao yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Jasamu akan selalu dikenang, karyamu akan tetap hidup, dan semangat pengabdianmu akan terus menjadi inspirasi bagi insan pers di Kabupaten Rote Ndao.”
