Top 5 This Week

Related Posts

20 Tahun Pergi, Putri Marino Pulang Memburu Luka: “Empat Musim Pertiwi” Siap Meledak di Bioskop

JAKARTA, Kompas.Sbs — Dua dekade bukan jaminan sebuah luka benar-benar sembuh, Itulah yang harus dihadapi Pertiwi, karakter yang diperankan Putri Marino dalam film “Empat Musim Pertiwi”, ketika kepulangannya justru membuka kembali rahasia masa lalu.

Disutradarai Kamila Andini dan diproduseri Ifa Isfansyah melalui Fourka Films, film ini dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Pertiwi kembali ke tanah kelahirannya bukan untuk sekadar bernostalgia, Kepulangannya menjadi pintu masuk menuju rangkaian misteri, trauma, ketidakadilan, serta pergulatan identitas yang selama 20 tahun terkubur.

Putri Marino melakukan pendalaman karakter untuk memahami sisi emosional Pertiwi, Baginya perjalanan tokoh tersebut bukan hanya tentang menghadapi masa lalu, tetapi juga keberanian menemukan kembali dirinya.

Kamila Andini membawa konflik personal itu ke ruang cerita yang lebih luas, Drama berpadu dengan suspense thriller, misteri, hingga fiksi ilmiah, membuat perjalanan Pertiwi bergerak di antara luka pribadi dan trauma kolektif.

Visual Bromo menjadi bagian penting dari atmosfer film,Lanskap alam yang luas bertemu dengan estetika cowboy western, menciptakan dunia sinematik yang menjadi latar perjalanan emosional sang tokoh utama.

Film ini turut diperkuat Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundai, Ayub Antoh, serta almarhum Donikus.

“Empat Musim Pertiwi” sebelumnya telah menembus panggung festival internasional, termasuk Toronto International Film Festival (TIFF), dan dijadwalkan hadir dalam rangkaian festival di Busan, Tokyo, serta Singapore International Film Festival 2026.

Materi publikasi film juga menyebut “Empat Musim Pertiwi” sebagai wakil resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Oscar 2027.

Kini, Pertiwi harus menghadapi satu pertanyaan besar: apakah pulang berarti berdamai dengan masa lalu, atau justru membuka luka yang selama ini sengaja dikubur?

“Empat Musim Pertiwi” tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Popular Articles