JEMBER, kompas.sbs – Aktivitas Kepala Desa Wringinagung yang diunggah di media sosial justru memantik kritik publik. Sejumlah warga mempertanyakan absennya Babinsa dalam berbagai kegiatan desa, termasuk saat peresmian jalan di Dusun Pondok Waluh.
Pertanyaan tersebut muncul dalam kolom komentar unggahan Facebook yang menampilkan kegiatan takziah kepala desa pada 13 Januari 2026. Salah satu warga secara terbuka mempertanyakan apakah Desa Wringinagung masih memiliki Babinsa, mengingat tidak terlihat kehadiran aparat TNI tersebut dalam agenda peresmian infrastruktur desa.

Komentar bernada sindiran juga bermunculan. Warganet menduga kegiatan desa hanya melibatkan kepala desa tanpa koordinasi dengan Babinsa. Kritik ini diperkuat dengan komentar lanjutan yang menyinggung lemahnya kekompakan antara pemerintah desa dan unsur TNI di tingkat desa.
Sorotan warga ini mencerminkan kekecewaan terhadap minimnya sinergi antar unsur pemerintahan di tingkat desa. Kehadiran Babinsa selama ini dinilai penting sebagai bagian dari pengawasan, pengamanan, sekaligus simbol koordinasi antara TNI dan pemerintah desa dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Wringinagung maupun pihak Babinsa terkait absennya aparat tersebut dalam kegiatan yang disorot warga. Publik pun menanti penjelasan terbuka guna meluruskan persoalan yang berkembang di ruang digital.

