Kamis, April 2, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Wali Kota Sabang Resmikan Kawasan Ekowisata Penyu sebagai Warisan Ekologi Generasi Mendatang

Dari Ie Meulee untuk Masa Depan
Wali Kota Sabang Resmikan Kawasan Ekowisata Penyu sebagai Warisan Ekologi Generasi Mendatang

       MediaKompas.sbs.-Wilayah Aceh
KOMPAS.SBS.-ACEH | SABANG-ACEH —24 Januari 2026-Pemerintah Kota Sabang kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam melalui Peresmian Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee, yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, di Pantai Keramat Ie Meulee, Jumat (23/1) sore.

Peresmian ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda arah kebijakan strategis Kota Sabang dalam membangun model pembangunan berkelanjutan yang menjadikan konservasi sebagai fondasi utama. Kawasan Ie Meulee diproyeksikan sebagai ruang hidup yang memadukan perlindungan ekosistem pesisir, pendidikan lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis ekowisata ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang, Zulkifli H.Adam, Menegaskan bahwa penyu sisik merupakan spesies laut langka dan dilindungi, yang keberadaannya semakin terbatas dan hanya bertahan di wilayah-wilayah dengan ekosistem pesisir yang masih terjaga.

“Penyu sisik bukan hanya bagian dari kekayaan hayati laut kita, tetapi juga simbol keseimbangan ekosistem pesisir. Menjaga penyu berarti menjaga masa depan laut dan kehidupan masyarakat pesisir itu sendiri. Karena itu, upaya pelestarian ini membutuhkan komitmen kolektif, dari masyarakat hingga pemerintah pusat,” ujar Zulkifli H. Adam.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Ie Meulee dan kelompok konservasi yang selama ini konsisten menjaga habitat penyu sisik, serta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sabang untuk melindungi kawasan habitat dari pembangunan yang berpotensi merusak ekosistem.

“Pemerintah Kota Sabang akan memastikan kawasan Ie Meulee tetap terjaga melalui kebijakan pengendalian ruang, dukungan anggaran gampong, serta penguatan regulasi melalui Peraturan Wali Kota dan qanun daerah. Kita ingin ekowisata ini tumbuh tanpa mengorbankan alam, dan alam tetap lestari tanpa menutup peluang kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan komitmen lintas sektor, kegiatan ini turut dirangkai dengan penandatanganan Deklarasi Ie Meulee oleh Wali Kota Sabang bersama unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan. Deklarasi tersebut menjadi pernyataan moral dan institusional dalam menjaga kelestarian penyu sisik dan ekosistem pesisir Pantai Keramat Ie Meulee secara berkelanjutan.

Momentum peresmian ini ditutup dengan pelepasan 82 ekor tukik penyu sisik ke laut lepas. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sabang bersama Forkopimda dan tamu undangan, serta melibatkan siswa SD Negeri 5 Sabang dan TK Negeri 7 Sabang sebagai wujud edukasi lingkungan sejak usia dini, guna menanamkan nilai kepedulian terhadap alam kepada generasi penerus.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Konservasi Bahari Ie Meulee, Marzuki, menjelaskan bahwa pelepasan tukik ini merupakan yang pertama secara resmi dilaksanakan di Kota Sabang, hasil dari upaya penyelamatan telur penyu yang direlokasi dari lokasi rawan gangguan.

Ia menegaskan bahwa Pantai Keramat Ie Meulee dengan vegetasi pandan pantai merupakan habitat alami penyu sisik yang memiliki peran vital dalam siklus reproduksi satwa tersebut dan tidak boleh dialihfungsikan.

“Secara ilmiah, penyu akan kembali ke pantai tempat ia menetas sekitar 20 hingga 25 tahun kemudian. Artinya, apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan ekologis jangka panjang. Jika ekosistem ini rusak, maka siklus alami itu akan terputus. Karena itu, konsistensi perlindungan kawasan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kelompok konservasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga kementerian terkait, khususnya dalam penyediaan penangkaran penyu, pos pemantauan, patroli kawasan, serta sarana pendukung konservasi lainnya.

Peresmian Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee menandai langkah penting Kota Sabang dalam meletakkan konservasi sebagai wajah pembangunan, di mana alam tidak diposisikan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai warisan kehidupan yang dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
~Reporter Pers Kompas.sbs.-Aceh (Novi Karno)

Popular Articles