Rabu, April 8, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Terjadi di Sumut Debt Collector Diduga Mengaku Aparat Beraksi, Main Sita Mobil Dijalan

Kompas.sbs Simalungun – Aksi debt colektor di wilayah Sumatera Utara kerap meresahkan warga masyarakat, buktinya kian hari kerjaanya semakin menggila saja menyita sepeda motor dan mobil warga masyarakat yang menunggak kredit. Kali ini keluarga seorang wartawan senior bertugas di Polda Sumut dan meliput di Kodam I/ Bukit Barisan nyaris menjadi korban bersama keluarganya. Mobilnya nyaris ditarik (disita) dijalan oleh beberapa pria mengaku Debt Colektor dari Leasing ACC dan dua diantaranya diduga oknum prajurit TNI dan personel Polri.

Kejadian tersebut, Senin 06 April 2026, berawal saat Khairuddin Tanjung (67) warga Medan berprofesi sebagai wartawan mediaonline yang aktif meliput kegiatan TNI dan Polri tersebut bersama keluarganya Bahri sedang melintas di kawasan Parapat, Sumut. Saat itu pria yang akrab disapa Ogek pulang dari Sibolga dalam rangka acara pesta keluarga melintas dikawasan Balige. Saat beristirahat di salah satu Mesjid sekaligus melaksanakan ibadah Sholat Dzuhur tiba – tiba didatangi beberapa pria mengaku Debt Colektor dari leasing ACC diduga dua diantaranya oknum aparat TNI dan Polri.

“Apakah bapak pemilik mobil ini yang bernama Ricardo,”ujar Bahri menirukan perkataan salah seorang colektor.

Merasa asing dengan nama tersebut lantas Bahri merasa kebingungan dan saat itu ortunya Ogek langsung menghubungi Kabid Humas Poldasu
Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, melalui telpon selular meminta perlindungan hukum.

Permintaan bantuan pun ditanggapi Kabid Humas Poldasu mengarahkan agar Ogek dan anaknya meminta bantuan ke Polsek setempat. Merasa tidak bersalah lantas Ogek membawa mobil jenis Terios Putih plat pol BK 1865 AES tersebut ke Polsek Parapat dan langsung dibantu pihak Polsek.

“Alhamdulilah berkat bantuan Kabid Humas Poldasu melalui Polsek Parapat mobil kami langsung diamankan pihak Polsek,”ujar Ogek.

Meski sempat berdebat dengan pihak leasing yang mana diketahui bernama Marudut Nainggolan CS dari Leasing PT. ACC, dan dua diantaranya diduga oknum TNI dan Polri tersebut namun Ogek dan keluarganya sesuai arahan pihak Polisi mobil dititipkan di Polsek sekaligus membuat laporan.

Dalam laporan Bahri dihadapan Kanit Reskrim Polsek Parapat AKP Girsang Sinaga menceritakan aksi kejam para Debt Colektor melebihi aparat tersebut tugasnya main sita dijalan. Kepada Kanit Bahri menceritakan aksi main paksa tersebut.

“Kejam mereka mau ambil kunci kontak dijalan dan menyuruh kami turun dari mobil semuanya, karena tidak mau disuruh turun salah seorang debt collector berusaha mencabut kunci kontak mobil namun saya halangi sambil menutup kaca pintu depan sekaligus membawa mobil menuju arah kantor polisi terdekat sesuai instruksi Kabid Humas Poldasu,”ujar Bahri didampingi Ogek.

Mengetahui mobil yang mau ditarik paksa melarikan diri secara tiba – tiba dua mobil lainnya teman debt collector tersebut berusaha menghalang – halangi jalan mobil dikemudikan Bahri. Satu mobil di depan dua mobil lainya di belakang tepat dibelakang mobil Bahri.
Karena terus dipepet Bahri berusaha menghindari kemudian mengalihkan mobilnya masuk ke Polsek Parapat sekaligus meminta bantuan kepada polisi yang ada di Polsek Parapat.

Hingga saat ini mobil masih berada di Polsek Parapat dititipkan keluarga Bahri .”Saya harap bapak Panglima TNI dan Kapolri membentuk tim khusus memerintahkan Pangdam dan Kapolda untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan siapa para debt colektor dari Leasing ACC yang diduga oknum TNI dan Polri tersebut, jika terbukti keduanya aparat negara segera ditindak dan diproses hukum,”tegas Ogek. (RP)

Popular Articles