Senin, April 13, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Spearfisher Hendra Ditemukan Tak Bernyawa, Kapolres Sabang Pimpin Operasi Hingga Tengah Malam | Kompas.sbs..

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

Tragedi Laut di Balohan: Spearfisher Hendra Ditemukan Tak Bernyawa, Kapolres Sabang Pimpin Operasi Hingga Tengah Malam

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || SABANG-ACEH ,12 April 2026 — Suasana duka menyelimuti warga pesisir Kota Sabang setelah seorang pria yang tengah melakukan aktivitas spearfishing (menembak ikan) dilaporkan hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pelabuhan Balohan, Sabtu (11/4/2026) malam.

Korban diketahui bernama Hendra (43), seorang wiraswasta asal Jurong Blang Tunong, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban berpamitan sekitar pukul 09.00 WIB untuk menyelam dan mencari ikan di kawasan perairan Balohan.
Namun hingga pukul 14.00 WIB, korban tak kunjung kembali. Kecurigaan pun muncul ketika anak korban, M. Furqan (16), mendatangi lokasi dan menemukan sepeda motor milik ayahnya masih terparkir di dermaga kapal cepat, sementara korban tidak terlihat di sekitar lokasi.

Pencarian awal dilakukan secara spontan oleh keluarga dan masyarakat sejak pukul 15.00 WIB, menyisir area dermaga hingga perairan sekitar. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.30 WIB, kakak korban, Agustina (53), melaporkan kejadian tersebut kepada Panglima Laot Gampong Balohan.
Merespons laporan itu, Panglima Laot bersama nelayan setempat segera bergerak cepat melakukan pencarian menggunakan perahu. Situasi yang semakin mendesak membuat laporan diteruskan kepada Tim SAR Kota Sabang.
Sekitar pukul 20.00 WIB, operasi pencarian resmi dimulai dengan metode penyelaman.

Tiga puluh menit berselang, harapan mulai menemukan titik terang muncul ketika warga menemukan senjata spearfishing milik korban di tepi pantai dekat dermaga kapal lambat—indikasi kuat bahwa korban mengalami insiden saat berada di dalam air.

Upaya pencarian kemudian diperkuat dengan melibatkan nelayan dari Gampong Keuneukai yang memiliki pengalaman menyelam menggunakan kompresor serta memahami karakter arus laut di kawasan tersebut.

Setelah lebih dari 14 jam sejak korban dinyatakan hilang, pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 23.30 WIB, korban ditemukan di dasar laut pada kedalaman sekitar 20 meter dalam kondisi tidak bernyawa. Evakuasi berlangsung dramatis namun lancar, sebelum jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Operasi pencarian dan evakuasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.St., M.M., M.Mar., M.Tr.Sou., M.Han, didampingi Wakapolres Sabang, Kompol Teuku Muhammad, S.H, Kapolsek Sukajaya, Iptu Samsuri, serta Danpolsubsektor Balohan, Iptu Zulkifli. Turut terlibat personel Polres Sabang, Polsek Sukajaya, Tim SAR, Panglima Laot, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Dugaan Kuat Kecelakaan Saat Menyelam
Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan dari keluarga dan saksi-saksi, korban diduga kuat mengalami kecelakaan saat melakukan spearfishing seorang diri tanpa pendamping. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terlebih dengan karakter perairan Balohan yang memiliki arus cukup kuat dan kedalaman yang signifikan.
Pihak keluarga, termasuk istri korban Rohani (40), telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah.

Imbauan Tegas Keselamatan Laut
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat pesisir akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas laut. Aparat kepolisian mengimbau agar masyarakat:
Tidak melakukan penyelaman atau spearfishing seorang diri
Menggunakan perlengkapan keselamatan standar
Memahami kondisi arus dan cuaca sebelum melaut
Selain itu, pemerintah gampong bersama Panglima Laot diharapkan semakin aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada nelayan dan warga pesisir.

Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang, khususnya di kawasan perairan Pelabuhan Balohan dan sekitarnya.

#Reporter KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

#Sumber/Photo : Kapolsek Sukajaya Sabang 

#Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

 

Popular Articles