Jumat, April 3, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Rawat Kebun alpukat di bateeshoek Tampa Henti || Kompas.abs.-News

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

Petani kuta Ateuh di Sabang jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Rawat Kebun alpukat di bateeshoek Tampa Hent

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || SABANG-ACEH, 3 April 2026 — Di tengah tekanan perubahan cuaca yang semakin tak menentu, denyut ketahanan pangan di Kota Sabang justru bertumpu pada ketekunan para petani di lapangan. Dari kawasan Batee Shok, Kecamatan Sukamakmur, sebuah potret kerja nyata itu terlihat jelas—saat Munawir, petani asal Kuta Ateuh, bersama dua rekannya, Anto dan Erwin, terus berjibaku merawat kebun alpukat mereka, Jumat (3/4/2026).

Dengan peralatan sederhana namun semangat yang tak pernah surut, mereka melakukan penyiraman dan perawatan intensif pada tanaman. Setiap tetes air yang disemprotkan bukan hanya untuk menjaga kesuburan, tetapi juga menjadi upaya melindungi tanaman dari ancaman hama dan penyakit yang dapat merusak hasil panen.

Di balik aktivitas yang tampak sederhana itu, tersimpan peran strategis yang jauh lebih besar. Para petani seperti Munawir sejatinya adalah benteng pertama dalam menjaga ketersediaan pangan. Ketika perubahan iklim menjadi tantangan global, kerja-kerja sunyi di kebun justru menjadi fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan produksi pangan lokal.

Komoditas alpukat yang kini berkembang di Batee Shok bukan sekadar tanaman bernilai jual tinggi, tetapi juga bagian dari langkah diversifikasi pangan yang kian penting. Pengembangan komoditas ini membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Konsistensi dan ketelatenan menjadi kunci. Dalam setiap proses perawatan, tersirat komitmen untuk tidak hanya menghasilkan panen yang baik, tetapi juga menjaga keberlangsungan sumber penghidupan. Di tengah berbagai keterbatasan, para petani tetap berdiri teguh, menjawab tantangan dengan kerja nyata.

Lebih jauh, apa yang dilakukan petani Kuta Ateuh ini menjadi cerminan bahwa ketahanan pangan tidak lahir dari ruang-ruang kebijakan semata, melainkan tumbuh dari tanah, dari keringat, dan dari dedikasi tanpa henti para petani di akar rumput.

Dari kebun-kebun alpukat di Batee Shok, harapan itu terus disemai—tentang kemandirian, kesejahteraan, dan masa depan pangan yang lebih kokoh bagi masyarakat di ujung barat Indonesia.

~Reporter/Perss KOMPAS.SBS. -Wilayah Sabang (MJ Eric Karno)

~Sumber/Photo : Erwin Sabang 

~Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

Popular Articles