Kompas.sbs | Labura – Masyarakat Labuhanbatu Utara (Labura) dan Toba sangat mengharapkan perbaikan jalan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Namun, pengerjaan pengaspalan jalan Labura-Toba menuai sorotan karena diduga tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Pengerjaan proyek ini menggunakan dana APBD Provinsi Sumatra Utara tahun 2025 sebesar Rp.18.253.117.110,64 Namun, ada beberapa hal yang membuat masyarakat tidak puas, antara lain:
Tidak ada pengawas dari PU dan konsultan di lapangan
Pekerja tidak memakai baju safety
Papan plang proyek tidak sesuai dengan realisasi pekerjaan
Kualitas pengaspalan diragukan
Ketua PWDPI DPC Labura, Muhammad Idris, menuntut agar pengerjaan proyek jalan ini segera diaudit secara total sebelum proyek selesai dan diserahterimakan, guna mencegah pemborosan uang rakyat. Tegasnya.
(Tim Group PWDPI)

