Senin, Maret 30, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Jakarta, Kompas.sbs — Tentara Nasional Indonesia (TNI) berduka atas gugurnya salah satu prajurit terbaiknya, Praka Farizal Rhomadhon, saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3/2026).

Prajurit yang tergabung dalam Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL 2025 itu merupakan anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Ia dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di wilayah Lebanon Selatan.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Narsullah menjelaskan, insiden terjadi di markas UNIFIL yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, saat prajurit sedang menjalankan tugas di lapangan.

“Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Serangan tersebut berupa ledakan proyektil yang menghantam area markas di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.

Selain menewaskan Praka Farizal, serangan artileri itu juga mengakibatkan tiga prajurit TNI lainnya terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke Beirut, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Kepergian Praka Farizal meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih berusia dua tahun.

Pihak UNIFIL saat ini masih melakukan investigasi untuk memastikan asal proyektil yang menyebabkan ledakan. Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI turut mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh dan transparan. Indonesia juga menyerukan agar semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon serta menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur.

Saat ini, jenazah Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. TNI bersama KBRI Beirut tengah mengurus proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

TNI memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon dan meningkatkan kewaspadaan sesuai prosedur operasi standar (SOP) UNIFIL di tengah kondisi keamanan yang kian memanas. (RA)

Popular Articles