- Batang hari, Kompas.sbs.id i – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tebing Tinggi kian meresahkan masyarakat. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga telah merugikan para petani setempat. Salah satunya dialami oleh Kelompok Tani Sinar Maju, yang pagar sawahnya rusak akibat timbunan tanah limbah dari aktivitas PETI.
Kerusakan pagar tersebut menjadi kendala serius bagi para petani, mengingat saat ini mereka tengah bersiap untuk melaksanakan penanaman padi. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu hasil pertanian dan mengancam ketahanan pangan masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Tani Sinar Maju Syofwan menyampaikan kekecewaan dan kekhawatiran atas kejadian ini. Ia berharap adanya perhatian serius dari Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lokasi dan menindak tegas para pelaku PETI yang dinilai sudah tidak mengindahkan aturan maupun imbauan masyarakat.
Masyarakat juga mengeluhkan bahwa aktivitas PETI sering dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan warga. Hal ini semakin menyulitkan upaya pengawasan dan penertiban di lapangan.
Warga Desa Tebing Tinggi berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat segera mengambil langkah tegas guna menghentikan aktivitas ilegal tersebut, serta memulihkan kondisi lingkungan dan fasilitas pertanian yang telah rusak (Msr)
PETI Merajalela di Desa Tebing Tinggi, Pagar Sawah Kelompok Tani Rusak

