Sabtu, Maret 28, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Peresmian Patung Monumen Pahlawan Nasional, Ini Pesan Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi

Kota Bitung,Kompas –Bertempat di Satuan Patroli Kodaeral Vlll Manado, Komandan Daerah Militer Vlll Manado Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., Melakukan Peresmian Monumen Pahlawan Nasional Samuel Languyu sekaligus pengukuhan sebagai Warga Adat Sulawesi Utara. Kamis (16/01/2026).

Kegiatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat Samuel Languyu sebagai tokoh pejuang dan pahlawan dari Sulawesi Utara. Selanjutnya dilakukan penekanan tombol sirine sebagai tanda peresmian Patung Samuel Languyu, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Dankodaeral VIII bersama Wali Kota Bitung.

Acara penganugerahan adat berupa pemasangan atribut adat (baju kabasaran) kepada Dankodaeral VIII, dilanjutkan dengan pemberian gelar adat sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan masyarakat adat Sulawesi Utara serta penyambutan Dankodaeral VIII menggunakan Tarian Kabasaran sebagai tarian kehormatan khas Sulawesi Utara.

Sejarah Singkat Monumen KLT (MSN )
Samuel Languyu

KLT (MSN) Samuel Languyu Adalah Putra Aertembaga ( Bitung ) Seorang Prajurit TNI AL (Pejuang Trikora) yang gugur bersama – sama dengan Komodor Yos Sudarso di atas kapal perang RI Macam tutul pada pertempuran laut aru di perairan Arafuru tanggal 15 Januari 1962, Saat perebutan irian barat, yang saat ini di kenang dengan Hari Dharma Samudera.

Dalam Sambutan Kodaeral Vlll Manado Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.

Dalam komitmennya untuk terus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung stabilitas keamanan serta persatuan bangsa, ” Ujarnya.

Peresmian Patung Samuel Languyu ini bukan hanya sebatas simbol fisik saja melainkan juga merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta keteladanan. Yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan daerah Sulawesi Utara.

Nilai-nilai perjuangan, keberanian, kebijaksanaan serta kecintaan terhadap tanah dan budaya Minahasa yang di wariskan oleh Samuel Languyu merupakan warisan leluhur yang patut kita jaga dan teladani bersama khususnya oleh generasi penerus bangsa,” Kata Laksda TNI Dery.

Ia menambahkan bahwa, Rasa hormat dan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku adat dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara atas kepercayaan, penerimaan serta pengukuhan yang di berikan kepada saya sebagai warga adat Sulawesi Utara.

Pengukuhan ini merupakan kehormatan besar dan amanah yang akan saya junjung tinggi dengan penuh tanggung jawab dan sekaligus bukti nyata akan kedekatan dan sinergitas antara TNI Angkatan laut khususnya Kepada  Dankodaeral Vlll Dengn masyarakat Sulawesi Utara,” Tutup Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla.

Sementara itu Walikota Bitung Hengki Honandar, SE menyampaikan bahwa pembangunan Patung Samuel Languyu merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan perjuangan tokoh yang telah memberi kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan, advokasi masyarakat, serta penguatan sektor kemaritiman di Sulawesi Utara.

Menurut Hengky, monumen tersebut bukan sekadar penanda sejarah, tetapi juga sarana pembelajaran publik yang menanamkan nilai-nilai keteladanan bagi generasi muda.

“Patung ini menjadi pengingat bersama tentang pentingnya disiplin, pengabdian, dan semangat cinta tanah air.

Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan dalam membangun Kota Bitung ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kota Bitung memiliki peran strategis sebagai kota pelabuhan dan simpul maritim di kawasan timur Indonesia.

Oleh karena itu, penghormatan terhadap tokoh-tokoh maritim menjadi bagian dari penguatan identitas dan karakter daerah.

“Bitung adalah kota laut. Sejarah dan masa depan kita sangat terkait dengan kemaritiman,” tambahnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung stabilitas keamanan serta persatuan bangsa.

Menilai pengukuhan tersebut sejalan dengan nilai budaya Minahasa yang menjunjung tinggi persaudaraan, saling menghargai, dan semangat mapalus sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kota Bitung juga memberikan apresiasi kepada Kodaeral VIII atas kontribusinya dalam berbagai bidang, mulai dari pengamanan wilayah laut hingga peran aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pembinaan wawasan kebangsaan,” Pungkas Hengki Honandar, SE.

Popular Articles