Kompa.sbs-ROTE NDAO – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) bertemu dengan para tokoh agama dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (12/2/2026). Pertemuan tersebut membahas kolaborasi pembangunan berbasis nilai serta penguatan ekonomi desa.
Dalam diskusi bersama para hamba Tuhan, Melki menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melibatkan tokoh agama dan tokoh adat sebagai mitra strategis pembangunan.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembinaan nilai, moral, dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, sinergi dengan tokoh agama dan adat menjadi penting dalam menjaga harmoni sosial dan membangun karakter masyarakat, ujar Melki.
Pada hari yang sama, Melki juga menerima Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama jajaran, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD, para kepala desa dan penjabat kepala desa, serta pengurus dari 16 BUMDes se-Kabupaten Rote Ndao di ruang kerja Bupati.
Pertemuan tersebut membahas pemaparan rencana bisnis BUMDes sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Melki menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam pengelolaan BUMDes. Ia meminta agar pengurus mampu menyusun rencana bisnis yang terukur, menjalankannya secara konsisten, serta mengantisipasi risiko usaha.
BUMDes harus adaptif dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi. Penguatan strategi pemasaran dan jejaring kemitraan menjadi kunci agar produk dan layanan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, kata dia.
Menurut Melki, BUMDes bukan sekadar sarana perputaran modal, melainkan instrumen pemberdayaan yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat kolaborasi sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa di wilayah kepulauan. *//YH

