Top 5 This Week

Related Posts

Pemko Binjai dan Pedagang Sepakat Relokasi ke Tiga Titik Strategis serta Terima Bantuan CSR

Kompas.SBS – BINJAI
Pemerintah Kota (Pemko) Binjai mengambil langkah konkret dan persuasif dalam menata ulang wajah kota tanpa mengorbankan nasib para pelaku usaha kecil. Dalam sebuah pertemuan strategis yang digelar di Ruang Rapat III Sekretariat Daerah Kota Binjai, Pemko bersama perwakilan pedagang dari sejumlah titik rawan kemacetan berhasil mencapai kesepakatan penting terkait skema relokasi dan bantuan modal usaha. Pertemuan krusial ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Binjai, didampingi Kapolres Binjai, Sekretaris Daerah (Sekda), serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Camat Binjai Timur, Binjai Selatan, dan Binjai Kota.

Suasana pertemuan berlangsung sangat dialogis dan terbuka. Wali Kota Binjai menekankan bahwa penataan kota bukan sekadar soal menggusur lapak, melainkan upaya menciptakan ekosistem perdagangan yang tertib, nyaman, dan estetis tanpa menghilangkan mata pencaharian warga. “Kami ingin solusi yang win-win solution. Kota menjadi rapi, pedagang pun tetap bisa berjualan dengan lebih layak dan aman,” tegas Wali Kota di hadapan forum.

Setelah melalui diskusi mendalam yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan ketersediaan lahan, berikut adalah rincian kesepakatan strategis yang dicapai antara Pemko Binjai dan perwakilan pedagang:

 

Pertama, untuk pedagang yang selama ini beraktivitas di sepanjang Jalan Olahraga, disepakati akan direlokasi ke area halaman Masjid Agung Binjai. Menanggapi hal ini, Wali Kota secara instruktif memerintahkan Sekda untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan infrastruktur lokasi, pembagian zonasi yang adil, serta mekanisme penempatan yang tertib sesuai dengan norma dan ketentuan rumah ibadah, sehingga tidak mengganggu kegiatan religius.

Kedua, bagi pedagang yang beroperasi di kawasan padat Jalan Bandung, lokasi relokasi ditentukan di halaman eks Rumah Sakit Bangkatan. Area ini dinilai memiliki potensi geografis yang strategis dan ruang yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi sentra kegiatan ekonomi baru (pocket market) yang lebih tertata, higienis, dan mudah diakses oleh masyarakat sekitar.

Ketiga, pedagang yang sebelumnya menempati bahu jalan di Jalan Sudirman akan dipindahkan ke dalam kompleks Pasar Bundar, baik memanfaatkan ruang di lantai 1 maupun lantai 2. Sebagai bentuk komitmen, Pemko Binjai menjanjikan akan segera melakukan revitalisasi dan pembenahan fasilitas di Pasar Bundar dalam waktu dekat. Tujuannya adalah menjamin kenyamanan berdagang, kelayakan sanitasi, serta keberlangsungan aktivitas perdagangan agar pasar tradisional ini kembali hidup dan diminati pengunjung.

Tidak hanya berhenti pada penyediaan lahan, Pemko Binjai juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelangsungan ekonomi para pedagang yang harus berpindah lokasi. Wali Kota Binjai mengumumkan adanya paket bantuan stimulan usaha. “Sebanyak 84 pedagang dari tiga lokasi relokasi tersebut akan menerima santunan berupa bantuan peralatan dagang senilai total Rp127.000.000 (seratus dua puluh tujuh juta rupiah). Dana ini bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Sumut Tahun 2026,” ungkap Wali Kota dengan penuh optimisme. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal awal yang signifikan bagi pedagang untuk menata kembali lapak mereka di lokasi baru tanpa terbebani biaya operasional yang mendadak.

Kapolres Binjai yang hadir dalam kesempatan tersebut turut memberikan jaminan keamanan, menyatakan bahwa kepolisian siap mengawal proses relokasi agar berjalan kondusif dan bebas dari gesekan sosial. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas pedagang ini menjadi contoh nyata bagaimana masalah tata kota dapat diselesaikan melalui pendekatan musyawarah.

Pemko Binjai berharap, melalui kesepakatan komprehensif ini, tercipta keseimbangan harmonis antara kebutuhan penataan kota yang modern dan tertib dengan keberlangsungan ekonomi rakyat kecil. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pembeli dan pengguna jalan, untuk mendukung proses transisi ini demi mewujudkan Kota Binjai yang lebih bersih, indah, dan sejahtera bagi warganya.

Repoter Warianto

Popular Articles