Sitaro, Kompas-Laksdya TNI Denih Hendrata, Pangkoarmada RI, memimpin peninjauan langsung daerah terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Sitaro, untuk memastikan penanganan bencana dan menyalurkan bantuan.
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksdya TNI Denih Hendrata, bersama rombongan melakukan peninjauan ke daerah terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) pada Rabu, 14 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi lapangan serta dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana alam tersebut.
Didampingi Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto dan Pangkoarmada II Laksda TNI I G.P. Alit Jaya, rombongan bertolak menuju lokasi menggunakan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI WSH-991, KRI AMY-351, dan KRI SLR-879. Penggunaan armada laut ini menunjukkan dukungan penuh TNI Angkatan Laut dalam upaya penanggulangan bencana alam di wilayah terpencil.

Setibanya di Dermaga Ulu, Kepulauan Siau, Pangkoarmada RI disambut Bupati Chyntia I. Kalangit dan jajaran Forkopimda Sitaro, menandai dimulainya serangkaian kegiatan peninjauan. Kehadiran para petinggi TNI AL ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan penanganan pascabencana di Pulau Siau.
Peninjauan Posko dan Pusat Pengungsian Korban Banjir Siau
Rangkaian kegiatan peninjauan Pangkoarmada RI di Pulau Siau diawali dengan mengunjungi Posko Siaga Bencana Kodaeral VIII. Posko ini menjadi pusat koordinasi penting dalam penanganan darurat serta distribusi bantuan bagi warga terdampak.
Selain itu, rombongan juga meninjau dapur umum yang dioperasikan oleh Yonbekang Kodam XIII/Mdk, memastikan ketersediaan logistik dan makanan bagi para pengungsi. Mereka juga mengunjungi tempat penampungan sementara korban bencana di Museum Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur.

Peninjauan fasilitas-fasilitas ini menjadi krusial untuk mengevaluasi efektivitas respons awal bencana dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Kehadiran langsung Pangkoarmada RI di lokasi pengungsian memberikan semangat moral bagi para korban dan petugas di lapangan.
Evaluasi Dampak dan Penyaluran Bantuan di Pulau Siau
Setelah meninjau posko dan pusat pengungsian, Pangkoarmada RI beserta rombongan melanjutkan peninjauan langsung ke daerah terdampak bencana alam di Desa Bahu. Fokus utama peninjauan ini adalah untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
Tujuan dari peninjauan ini adalah mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana, yang meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan, serta fasilitas kesehatan. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penentuan langkah tindak lanjut yang tepat dan terukur oleh pemerintah dan TNI AL.
Selesai dari lokasi bencana, rombongan kemudian meninjau Posko Bantuan Pemerintah Kepulauan Siau dan secara simbolis menyerahkan bahan pokok kepada Bupati Kepulauan Sitaro di gedung Perpustakaan Daerah Kelurahan Ondong. Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan dukungan TNI AL kepada pemerintah daerah serta masyarakat yang terdampak.
Komitmen TNI AL dalam Penanggulangan Bencana
Kepala Dinas Penerangan Kodaeral VIII, Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Laut dalam penanggulangan bencana alam. Jajaran Kodaeral VIII siap bersinergi dan mendukung kebijakan Pangkoarmada RI untuk membantu masyarakat.
Dankodaeral VIII juga menekankan kesiapan jajarannya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana. Komitmen ini memastikan bahwa TNI AL akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan dan mempercepat proses pemulihan.
Kehadiran negara melalui TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak menjadi prioritas. Ini mencerminkan peran aktif TNI dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di seluruh pelosok Indonesia.

