Kompas.SBS – LANGKAT
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura terus mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui penambahan komoditas baru. Pada Sabtu (18/4/2026), instansi ini menebarkan 2.000 benih ikan lele di lahan branggang (lahan tidur) milik rutan sebagai wujud nyata kemandirian dan inovasi pemanfaatan sumber daya.
Kegiatan ini mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area budidaya perikanan bernilai ekonomis. Rutan memanfaatkan empat drum berukuran besar sebagai wadah pemeliharaan ikan, sebuah metode efektif yang efisien dalam penggunaan ruang. Langkah ini menunjukkan komitmen Rutan Tanjung Pura dalam mengelola aset lahan secara maksimal untuk kepentingan institusi dan warga binaan.
Proses penebaran benih dilakukan secara gotong royong melibatkan pejabat struktural, pegawai, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Keterlibatan langsung para pejabat bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bentuk keteladanan untuk memotivasi WBP agar bertanggung jawab dan aktif dalam setiap kegiatan produktif. Suasana kebersamaan ini memperkuat aspek pembinaan kepribadian di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Tanjung Pura menyatakan bahwa program budidaya lele ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mendukung ketahanan pangan internal rutan. Kedua, memberikan keterampilan vokasional konkret bagi WBP di bidang perikanan. “Kami berharap ilmu yang didapat warga binaan здесь dapat mereka terapkan setelah bebas nanti, sehingga mereka memiliki bekal mandiri untuk berkarya di masyarakat,” ujar perwakilan pimpinan.
Dengan adanya komoditas lele ini, ragam program pembinaan kemandirian di Rutan Tanjung Pura semakin beragam. Institusi berkomitmen terus mengembangkan inovasi produktif yang berkelanjutan, memastikan masa pembinaan dimanfaatkan optimal untuk membentuk karakter tangguh dan siap saing bagi WBP pasca-pidana.
(Warianto)

