Kamis, April 9, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Menangkal Sejak Dini: Kesbangpol Bali Edukasi Anti Radikalisme Menyasar Pelajar Di Jembrana

KOMPAS.SBS # Jembrana – Bali || Upaya pencegahan paparan radikalisme dan kriminalitas di kalangan pelajar terus diperkuat oleh pemerintah daerah. Hal ini terlihat dalam kegiatan Road Show Sosialisasi Pencegahan Paparan Radikalisme dan Kriminalitas yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, bertempat di Aula SMA Negeri 1 Negara, Selasa (7/4).Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Kesbangpol Provinsi Bali dengan Satgas Densus 88 Anti Teror Polri wilayah Bali serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali. Sosialisasi tersebut menyasar siswa tingkat sekolah menengah atas, dengan melibatkan peserta dari SMA Negeri 1 Negara, SMA Negeri 2 Negara, dan SMA Negeri 3 Negara.

Acara diawali dengan ucapan selamat datang dari Kepala SMA Negeri 1 Negara, I Wayan Putra Adnyana, S.E., M.Ak., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan keamanan.

Sambutan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali yang dibacakan oleh Analis SDM Aparatur Ahli Muda, A.A. Surya Pradipta, S.STP., M.AP., sekaligus secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pelajar merupakan kelompok strategis yang perlu dibekali pemahaman agar tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal maupun tindakan kriminal.

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh perwakilan Satgas Densus 88 Anti Teror Polri wilayah Bali, Lalu Dirga Santosa, yang mengangkat topik Menangkal Radikalisme dan Fanatisme Kekerasan. Ia mengajak para siswa untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama di era digital yang sarat dengan penyebaran paham ekstrem melalui media sosial.

Selanjutnya, materi dari KPAD Provinsi Bali mengenai Pencegahan dan Penanganan Kasus Anak Terpapar IRET dan TCC disampaikan oleh A.A. Made Putra Wirawan. Materi ini menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk paparan yang dapat memengaruhi perilaku dan perkembangan mereka.

Sebagai bagian dari pendekatan yang lebih menarik, Komisioner KPAD Bali, Lilik Santoso, turut memberikan edukasi dengan metode interaktif melalui permainan (game). Metode ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa secara lebih menyenangkan, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mengenali serta mencegah potensi radikalisme dan kriminalitas di lingkungan mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga diri serta lingkungannya dari pengaruh negatif radikalisme dan kriminalitas, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat. ( Kesbangpol Bali)

Popular Articles