Top 5 This Week

Related Posts

MALPRAKTIK BERDARAH..! Lengan Bayi 9 Bulan Nyaris Busuk Akibat Kelalaian Infus di RSIA Paramount!

MAKASSAR – KOMPAS., Dunia kesehatan Sulawesi Selatan kembali diguncang skandal hebat. Alzeena Syauqia Agil, seorang bayi perempuan tak berdosa yang baru berusia 9 bulan, kini harus menanggung derita seumur hidup.

Niat hati mencari kesembuhan dari demam, Alzeena justru diduga menjadi korban kelalaian fatal tenaga medis di RSIA Paramount Makassar. Rabu 25/02/2016

Tangan kanan bayi mungil ini mengalami pembengkakan ekstrem, luka lebam menghitam, hingga terpaksa naik ke meja operasi akibat cairan infus yang merembes ke jaringan daging (infiltrasi).

Tragedi di Lantai Delapan: Perawat Diduga “Coba-Coba”

Peristiwa memilukan ini bermula pada 19 Januari 2026. Alzeena dilarikan ke IGD dengan keluhan demam dan muntah.

Meski hasil laboratorium menunjukkan kondisi anemia ringan dengan nilai HCT 33,4%, MCV 67,5 fL, dan MCH 21,6 pg, nyawa Alzeena saat itu dalam kondisi stabil.

Malapetaka terjadi saat pemasangan ulang infus pada dini hari pukul 02.00 WITA. Bukannya memanggil ahli, perawat di lantai delapan diduga melakukan tindakan “eksperimen” yang berujung fatal.

“Kenapa tidak dari awal panggil bagian NICU? Kenapa harus coba-coba dulu sampai tangan anak saya hancur begini?” tangis ibu korban saat menceritakan kronologi kejadian.

Dua kali tusukan gagal telak. Setelah kondisi tangan membiru dan membengkak hebat menyerupai luka bakar akibat cairan yang masuk ke luar pembuluh darah, barulah pihak rumah sakit memanggil petugas NICU. Namun, semuanya sudah terlambat.

Somasi dan Tuntutan Ganti Rugi
Tak terima buah hatinya cacat akibat dugaan malpraktik, orang tua korban resmi melayangkan somasi keras kepada manajemen RSIA Paramount.

Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dan ganti rugi atas kerusakan fisik serta psikis yang dialami sang bayi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu itikad baik rumah sakit sebelum menempuh jalur hukum pidana atas dugaan pelanggaran kode etik medis dan kelalaian yang menyebabkan luka berat.(**)

Popular Articles