Kepulauan Seribu Utara, Kompas.sbs— Panitia pelaksana Speed Race Kapal Nelayan Tradisional Kepulauan Seribu Utara (KSU) mematangkan persiapan akhir melalui kegiatan technical meeting yang digelar di area Ruang Terbuka Hijau, depan Kantor Polsek Kepulauan Seribu Utara, Rabu (25/3/2026).
Rapat tersebut menjadi tahap krusial menjelang pelaksanaan lomba yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/3/2026). Selain membahas aspek teknis perlombaan, pertemuan ini juga menegaskan komitmen bersama untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Karang Taruna KSU, Jepree, kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Ketua Karang Taruna KSU, Suhendra. Hadir dalam rapat itu Camat Kepulauan Seribu Utara Yulihardi, Kapolsek Kepulauan Seribu Utara yang diwakili Kanit Intelkam Aipda Sultan, dan Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah yang diwakili oleh Kasipem, Sabeni, serta Lurah Pulau Harapan, Muhammad.
Sejumlah instansi turut terlibat, antara lain Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta para peserta lomba.
Dalam sambutannya, Yulihardi mengapresiasi kerja panitia yang dinilai telah mempersiapkan kegiatan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya kepatuhan peserta terhadap aturan yang telah ditetapkan.
“Hal ini mutlak agar lomba dapat berlangsung aman dan sukses,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Aipda Sultan yang mewakili Kapolsek. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolsek yang tengah mengikuti kegiatan daring di tingkat Polres. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan lomba.
“Polsek Kepulauan Seribu Utara sebagai penginisiasi siap mendukung agar kegiatan berjalan sesuai rencana,” kata Sultan.
Ia juga mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme peserta. Tercatat, sebanyak 22 nelayan akan ambil bagian dalam lomba yang mengusung tema “Semangat Bahari Menuju Wisata Berdikari”.
Perlombaan dibagi dalam dua kategori, yakni kapal bermesin 28 PK dan 23 PK. Pada kategori 28 PK, sebanyak 13 peserta akan bersaing memperebutkan hadiah utama Rp5 juta, disusul juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Sementara itu, kategori 23 PK diikuti sembilan peserta dengan hadiah Rp3,5 juta untuk juara pertama, Rp2 juta untuk juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga.
Panitia menerapkan sistem gugur dalam perlombaan. Setiap kelompok terdiri dari tiga peserta, dan hanya satu yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Menariknya, panitia tidak memungut biaya pendaftaran. Sebaliknya, seluruh peserta mendapatkan subsidi bahan bakar minyak senilai Rp100.000.
“Kami ingin mendorong partisipasi nelayan sekaligus mendukung mereka secara langsung,” ujar Suhendra.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra yang dijadwalkan hadir. Ia menilai potensi bahari di wilayah Pulau Kelapa hingga Pulau Harapan memiliki nilai strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah menilai lomba ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga bagian dari pelestarian budaya maritim.
“Kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” katanya.
Ia menambahkan, nilai kejujuran dan persaudaraan harus dijunjung tinggi selama kompetisi berlangsung. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendorong inovasi nelayan dalam mengembangkan kapal tradisional yang tangguh.
Lebih jauh, Adriansyah melihat potensi dampak ekonomi yang signifikan dari penyelenggaraan lomba tersebut. Peningkatan kunjungan wisatawan diyakini dapat menggerakkan sektor transportasi laut, penginapan, hingga usaha kuliner dan produk olahan hasil laut.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata, dan para pemangku kepentingan, ajang Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial, melainkan motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara. Sumber : Humas KT KSU
#Panitia Matangkan, #Persiapan Speed Race, #Kapal Nelayan Tradisional, #di KSU,
