Sabtu, Maret 28, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

HPN 2026 di Banten: Meneguhkan Marwah Pers, Mengawal Kedaulatan Ekonomi Bangsa | Kompas.sbs.-News

HPN 2026 di Banten: Meneguhkan Marwah Pers, Mengawal Kedaulatan Ekonomi Bangsa

 MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || ACEH,8 FEBRUARI 2026 — Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 akan digelar di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026. Mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” HPN 2026 menjadi momentum reflektif sekaligus strategis bagi insan pers dalam menegaskan kembali perannya sebagai penjaga nurani publik di tengah derasnya disrupsi digital dan kompleksitas arus informasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Aliansi Pers Aceh (APA), rangkaian kegiatan HPN 2026 akan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Februari 2026. Penetapan Banten sebagai tuan rumah nasional dinilai sarat makna, mencerminkan komitmen sinergis antara pers, pembangunan daerah, dan agenda nasional menuju penguatan demokrasi yang berkeadaban.

Kepercayaan Publik, Pilar Utama Jurnalisme Modern
Di era keterbukaan informasi yang nyaris tanpa sekat, tantangan terbesar pers bukan lagi kecepatan, melainkan ketepatan dan kredibilitas. Hal ini ditegaskan oleh Irwan Syahputra, yang akrab disapa Syech Wan, tokoh pers yang konsisten menyuarakan profesionalisme jurnalistik.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pers. Masyarakat hari ini semakin kritis dan tidak bisa lagi disuguhi informasi yang kabur atau bersumber lemah. Jurnalisme harus berdiri di atas fakta lapangan, data yang valid, dan etika profesi,” tegas Syech Wan.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan informasi, sekaligus menjadi instrumen kontrol sosial yang objektif terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik.

Pers di Garda Terdepan Saat Krisis
Lebih jauh, Syech Wan menyoroti peran vital jurnalis dalam situasi krisis dan bencana, seperti banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu. Ia menilai, kehadiran pers di lapangan bukan semata-mata untuk memberitakan peristiwa, melainkan menjadi bagian dari solusi kemanusiaan.

“Jurnalis hadir sejak titik awal bencana, mengawal masa tanggap darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Informasi dari lapangan menjadi rujukan penting bagi lahirnya kebijakan yang tepat sasaran dan berpihak pada korban,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kerja jurnalistik yang konsisten dan berintegritas di masa krisis merupakan bentuk tanggung jawab moral pers kepada publik.

Menjaga Marwah Pers, Menguatkan Demokrasi
Menutup keterangannya, Syech Wan berharap seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, swasta, dan masyarakat—memberikan dukungan nyata terhadap keberlangsungan ekosistem pers yang sehat, independen, dan profesional.

“Pers yang kuat dan bermartabat adalah fondasi demokrasi yang sehat. Dari pers yang berintegritas, lahir bangsa yang berdaulat dan berdaya saing,” pungkasnya.

~Reporter Perss Kompas.sbs.-Aceh -Novi Karno 

~Sumber -Irwansyah Aceh 

~RedaksiNasional-KOMPAS.SBS.

Popular Articles