Kamis, Maret 26, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Gubernur Selvanus Aktifkan Mesin Pemerintahan: Kesiapsiagaan Bencana Sulut Ditingkatkan ke Level Maksimal

Kompas.sbs

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus kembali memperlihatkan ketegasan arah komando pemerintahan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana dan Pengamanan Aktivitas Masyarakat jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Rakor strategis yang digelar Kamis (04/12/2025) di Wisma Negara Bumi Beringin Manado ini menjadi arena konsolidasi besar seluruh unsur Forkopimda Sulut, instansi vertikal, dan jajaran SKPD Pemprov Sulut untuk mengamankan stabilitas daerah pada momentum Nataru.

Dalam forum resmi tersebut, Gubernur Yulius Selvanus tampil mengukuhkan arah kepemimpinan yang visioner dan presisi. Ia menegaskan bahwa perubahan pola iklim di penghujung tahun telah menciptakan dinamika cuaca yang sulit diprediksi, memperbesar potensi bencana hidrometeorologi mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah titik rawan.

“Kita tidak boleh lengah. Perubahan pola iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Semua instansi harus siap dan solid, terutama menghadapi risiko banjir dan longsor di wilayah rawan,” tegasnya dalam nada komando yang menggugah seluruh jajaran.

Selvanus kemudian menyoroti data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang kembali menempatkan Sulawesi Utara sebagai daerah dengan tingkat kerentanan tinggi. Kondisi ini, menurutnya, menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar seremonial, tetapi kewajiban struktural yang harus ditopang sinergi lintas lembaga.

Tak hanya soal kebencanaan, Gubernur Selvanus menyoroti lonjakan aktivitas warga menjelang Nataru yang diperkirakan meningkat tajam di pusat keramaian, objek wisata, hingga jalur transportasi darat, laut, dan udara. Situasi ini menurutnya harus direspons melalui tata kelola pengamanan yang disiplin dan tanpa celah.

“Selain kesiapsiagaan bencana, kita harus pastikan aktivitas masyarakat selama Nataru berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Tidak boleh ada celah koordinasi,” tegasnya.

Ia menginstruksikan seluruh instansi memastikan kesiapan penuh mulai dari ketersediaan personel, peralatan pendukung, hingga mekanisme respons cepat menghadapi situasi darurat. Penanganan lintas sektor, kata Selvanus, harus bergerak sebagai satu tubuh pemerintahan yang terpadu.

Rakor ini menjadi wadah penyatuan langkah seluruh pemangku kepentingan, memastikan bahwa seluruh unsur pemerintah memiliki satu visi: melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas daerah selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

Dengan kehadiran lengkap Forkopimda dan perangkat daerah, Pemprov Sulut menegaskan kesiapan struktural dalam menghadapi dinamika cuaca dan potensi keramaian publik.

Di akhir arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan ajakan kuat untuk mengedepankan kepemimpinan lapangan yang responsif serta koordinasi yang tidak terputus.

“Ini tugas kita bersama. Kesiapan bukan hanya soal peralatan, tetapi juga kecepatan bertindak dan kekompakan di lapangan,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan penuh komitmennya untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat sepanjang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus memperlihatkan arah kepemimpinan Gubernur Selvanus yang kuat, terukur, dan berorientasi pada perlindungan publik.

Berita ini tidak hanya mencerminkan kesiapan teknis, tetapi juga mempertegas gaya kepemimpinan yang proaktif dan komando pemerintahan yang solid dalam menjaga Sulawesi Utara tetap aman dan terkendali.

#Lee_Us

Popular Articles