BANTAENG — IKOMPAS. su miring mengenai dugaan malpraktik yang merebak pasca meninggalnya seorang pasien usai menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng akhirnya terang benderang.
Pihak manajemen RSUD mengambil langkah cepat dan terbuka untuk mengklarifikasi tuduhan berat tersebut.
Direktur RSUD Anwar Makkatutu, Dr.Yusril, M.Kes., menggelar pertemuan mendalam di ruang kerjanya pada Rabu (14/10/2026)
Pertemuan terbuka ini menghadirkan langsung keluarga korban, dokter penanggung jawab, jajaran tim medis terkait, serta sejumlah awak media.
Pernyataan Tegas Direktur RSUD: Wajib Layani Dulu, Administrasi Belakangan!
Di hadapan keluarga pasien dan wartawan, dr. Yusril menegaskan bahwa seluruh proses penanganan medis terhadap almarhumah telah dijalankan secara ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kami dan jajaran tim medis bekerja sepenuhnya sesuai SOP. Kami tidak pernah berani mengambil tindakan tanpa kelengkapan prosedur dan kewenangan medis yang jelas,” tegas dr. Yusril di ruang kerjanya.
Ia juga menambahkan bahwa instruksi utama dari kepemimpinan daerah adalah menjaga profesionalisme tertinggi serta mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya.
“Amanah yang diberikan kepada saya adalah menjadikan rumah sakit ini profesional dan melayani siapa saja tanpa membeda-bedakan.
Mengutamakan nyawa pasien adalah hal utama, urusan administrasi bisa menyusul! Itu komitmen dan pelayanan prima yang terus kami terapkan,” ujarnya.
Pertemuan yang dihadiri oleh rombongan keluarga pasien tersebut berlangsung kondusif. Setelah mendengarkan paparan rinci dari tim rekam medis serta penjelasan teknis dari dokter yang menangani, pihak keluarga menyatakan dapat menerima musibah ini dengan ikhlas dan mencabut prasangka awal.
Salah seorang perwakilan keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa terima kasih atas keterbukaan manajemen RSUD Anwar Makkatutu dalam memberikan penjelasan transparan.
“Kami sangat berterima kasih karena semuanya sudah dijelaskan secara terang benderang oleh tim rekam medis.
Ini mungkin memang sudah takdir dan ajal dari Allah SWT, tidak ada yang menyangka hal ini akan terjadi,” ungkap perwakilan keluarga dengan nada haru.
Dengan adanya klarifikasi resmi dan penjelasan berbasis data medis ini, isu dugaan malpraktik di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng resmi terbantahkan.
Pihak rumah sakit berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan prima bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng.
Laporan: Suarni Kabiro Bantaeng Sulsel

