Kompas SBS – MEDAN
Aliansi Batu Bara Bergerak kembali menyuarakan aspirasinya dengan menggelar aksi damai di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (20/7/2026). Aksi ini merupakan eskalasi dari rangkaian unjuk rasa sebelumnya di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dan DPRD Kabupaten Batu Bara, guna mendesak penanganan serius atas sejumlah dugaan pelanggaran di lembaga pemasyarakatan tersebut.

Massa yang terdiri dari elemen masyarakat dan aktivis tersebut menuntut agar Kanwil Ditjenpas Sumut tidak memandang remeh isu yang berkembang. Mereka mendesak dilakukannya investigasi transparan dan akuntabel terhadap tata kelola Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku yang dinilai bermasalah.
Empat Poin Tuntutan Kritis
Koordinator Aliansi Batu Bara Bergerak, Syahnan Afriansyah, S.H., menyampaikan empat poin utama yang menjadi dasar aksi mereka. Pertama, adanya dugaan peredaran narkotika di dalam lingkungan lapas. Kedua, praktik pungutan liar (pungli) dan jual beli kamar hunian. Ketiga, dugaan kematian warga binaan yang masih belum jelas kronologinya. Dan keempat, evaluasi kinerja pimpinan serta jajaran lapas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami hadir hari ini bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk memastikan keadilan. Persoalan di Lapas Labuhan Ruku tidak boleh berhenti sebagai wacana publik. Kami menuntut langkah konkret berupa investigasi objektif dan transparan dari Kanwil Ditjenpas Sumut,” tegas Syahnan di hadapan petugas keamanan.
Selain itu, aliansi juga meminta dibukanya ruang komunikasi dan pengawasan publik terhadap sistem pemasyarakatan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa proses pembinaan narapidana berjalan bersih, berintegritas, dan sesuai supremasi hukum.
Aksi Berlangsung Kondusif
Situasi di lokasi aksi terpantau aman dan tertib berkat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Perwakilan massa secara simbolis menyerahkan dokumen berisi tuntutan dan bukti-bukti awal kepada pihak Kanwil Ditjenpas Sumut untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi.
Aliansi menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada tindak lanjut nyata dari otoritas terkait. Mereka berharap momentum ini dapat menjadi awal dari pembenahan menyeluruh di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, demi mengembalikan marwah institusi pemasyarakatan dan rasa aman bagi masyarakat luas.
(Warianto)

