Rabu, Maret 25, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Danrindam Xlll/Merdeka, Pimpinan Tradisi Pembaretan Sebanyak 632 Prajurit Infanteri, Berikut Ini Amanahnya

Upacara Penutupan Latihan Yuddhawastu Pramukha Dan Tradisi Pembaretandi selenggarakan Tanjung Merah tepatnya di Pantai, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Bitung Barat, Kota Bitung, Sulawesi Utara

Upacara pembaretan sendiri bertindak sebagai Komandan Inspektur Upacara Danrindam Xlll/Merdeka ( Brigjen TNI Wempi Ramandei ) dan Selaku komandan Upacara yaitu, Komandan Dodik Secata Rindam Xlll/Merdeka Letkol Inf Ade R, S.I.P, M.H.I, M.Sc, Juma (6/03/2026) Pukul 09.00 Wita.

Komandan Inspektur Upacara bersama Komandan Upacara melakukan pengecekan ratusan pasukan Upacara dalam pembaretan Dikjurbaif Abit Dikmabaif TNI Ad Gel ll TA 2025 ( OV ) Dan Dikjurtaif Abit Dikmataif TNI AD Gel lll TA 2025 ( OV ).

Usai pengecekan, Komandan Inspektur Upacara Langsung Memasangkan Baret dan Menyematkan Brivet yang melambangkan Infanteri dan membacakan Sumpah Prajurit Dan Sumpah Sapta Marga yang Dimna ratusan prajurit resmi menjadi anggota Infanteri.

Upacara Pembaretan Tersebut yaitu sebanyak 632 Prajurit yang terdiri dari Tamtama sebanyak 509 Prajurit dan Bintara sebanyak 123 Prajurit.

Penyematan baret infanteri bukan sekedar seremonial, melainkan simbol tanggung jawab dan kehormatan baru yang kini disandang para prajurit.

Dalam Sambutan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri, Letjen TNI Iwan Setiawan yang di baca oleh  Danrindam Xlll/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei
mengucapkan rasa syukur tidak lupa dipanjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa sebagai wujud syukur atas terlaksananya tradisi pembaretan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang Prajurit Infanteri.

Danrindam Xlll/Merdeka beserta seluruh keluarga besar Korps Infanteri mengucapkan selamat atas kemampuan yang telah diraih sekaligus mengesahkan pemakaian Baret dan Brifet Yudha Wastu Pramuka,” Ucapnya.

Tradisi pembaretan dan penyematan Brifet kualifikasi Yudha Wastu Pramuka merupakan suatu pengakuan dan penghargaan serta lambang kehormatan bagi Prajurit Infanteri sebagai Queen of battle, Prajurit yang memiliki kemampuan untuk bergerak di setiap bentuk medan pertempuran yang tidak dimiliki oleh prajurit kecabangan lain.

Latihan ini merupakan aplikasi seluruh materi pelajaran yang diterapkan pada kondisi Medan dan cuaca yang bervariasi serta faktor taktis lainnya latihan ini bertujuan untuk membekali para siswa agar mampu mengaplikasikan taktik dan teknik kecabangan infanteri untuk menjadi Prajurit yang tanggap tanggon dan trengginas, Ujar Danrindam Xlll/Merdeka.

Diakhir amanat Danrindam Xlll/Merdeka menyampaikan beberapa penekanan :

Pertama” Tingkatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang maha Esa.

Kedua” Pedomani Sapta marga dan Sumpah Prajurit serta 8 wajib TNI dalam menjalankan setiap tugas dan kewajiban.

Ketiga” Jangan pernah lupakan jati diri sebagai tentara rakyat tentara pejuang tentara nasional dan tentara profesional.

Keempat” Jaga dan tingkatkan kebersamaan serta jiwa korsa sebagai prajurit Infanteri.

Kelima” Pelihara kesamaptaan jasmani serta tingkatkan kemampuan dan keterampilan bertempur.

Diharapkan, para prajurit infanteri baru yang dibaretkan ini akan menjadi garda terdepan yang tangguh, profesional, dan selalu mencintai rakyat. Semoga mereka mampu mengemban amanah serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan penuh dedikasi dan kehormatan tinggi, Pungkas Brigjen TNI Wempi Ramandei.

Popular Articles