Jumat, Maret 27, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Camat Balongan Bersama UPTD Pertanian, Tinjau Lahan Pertanian Terendam Banjir

Indramayu, Kompas.sbs — Musim tanam padi di wilayah Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengalami kendala karena faktor curah hujan tinggi mengakibatkan lahan pertanian yang siap tanam terendam banjir.

Kondisi ini berdampak pada sejumlah petani penggarap tanam padi di Kecamatan Balongan yang tengah memasuki masa tanam pada musim Rendeng. Sepuluh desa yang berada di wilayah Kecamatan Balongan hampir seluruhnya lahan sawah yang siap tanam mengalami banjir yang di sebabkan karena intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi.

Untuk mengatasi banjir, pemerintah kecamatan bersama instansi UPTD Pertanian Balongan berupaya menanggulangi dampak banjir dengan mengintesipkan serta terus memantau debit air yang berada di pintu air serta menyulusuri aliran irigasi yang mampet akibat sumbatan sampah agar air bisa mengalir ke Ilir.

Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo bersama Sekmat, Dasuki didampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, melalui UPTD Pertanian Kecamatan Balongan meninjau langsung di beberapa lahan sawah yang terdampak banjir.

Ade Sukma Wibowo mengimbau, kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap curah hujan yang mungkin masih berlangsung hingga bulan Februari kedepan.

“Kami dari Forkopimpcam Balongan akan terus memantau perkembangan cuaca extrim yang sewaktu-waktu hujan akan tetap turun disertai angin kencang”, ucapnya, Jumat (23/01/2026).

Ade Juga menegaskan curah hujan di sertai angin kencang berpotensi terhadap pohon tumbang serta rawan terjadi angin puting beliung.

“Kepada seluruh masyarakat Kecamatan Balongan agar tetap berhati-hati serta laporkan kepada pemerintah setempat jika memang ada kerusakan rumah atau pohon tumbang yang mengganggu aktivitas masyarakat agar segera ditindaklanjuti”, pitannya.

Terpisah, Lia Fitriyani selaku kepala UPTD pertanian Kecamatan Balongan manyampaikan, sebanyak 195 hektar lahan sawah yang terendam banjir di 10 desa yang berada di kecamatan Balongan yang sudah memasuki masa tanam.

Lia juga mengatakan hal ini disebabkan oleh curah hujan yang sampai saat ini masih berlangsung, namun potensi gagal panen diperkirakan masih belum mengalami dikarenakan sebagian petani belum melakukan penanaman padi secara keseluruhan.

“Kami merespon cepat aduan para petani dan kami pun meninjau langsung lahan-lahan yang terdampak banjir akibat turun hujan, serta memberikan edukasi kepada para petani tetap semangat dan beriktiar dikarenakan ini adalah faktor alam”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Lia juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar terus memberikan informasi update data terkini tentang cuaca extrim yang saat ini masih terjadi.

“Cuaca extrim dengan curah hujan akan terus berlangsung dan diperkirakan hingga bulan Februari 2026 kedepan. Saya berharap para petani tetap berupaya membuka dan membersihkan saluran air yang tersumbat baik oleh sampah maupun tanah yang diakibatkan terbawa oleh air hujan”, Pungkasnya.

Saimin

Popular Articles