KOMPAS.SBS # Denpasar – Bali || Yayasan Dwijendra menggelar parade ogoh-ogoh menyambut momen Nyepi Tahun Saka 1948 dengan mengangkat tema “Bhuta Hita Samastha”, yang acara parade ogoh-ogoh dilaksakan pada hari Jumat 13 Maret 2026.
Sebanyak 15 ogoh-ogoh dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK di paradekan, namun sebelum parade terlebih dahulu dilaksanakan pementasan di depan halaman Yayasan Dwijendra.
Acara pementasan disaksikan langsung oleh Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Nyoman Satia Negara, SH, MH dengan didampingi para pengawas dan pembina Yayasan Dwijendra.
Nyoman Satia Negara mengatakan, pagelaran parade ogoh-ogoh ini adalah untuk menyambut Nyepi Tahun Saka 1948, dan akan tetap di gelar setiap tahun di Yayasan Dwijendra.
Adapun tujuan digelarnya parade ogoh-ogoh ini tidak terlepas dari pelestarian, penguatan agama, penguatan seni, dan penguatan budaya Bali.
“Dari parade ogoh-ogoh yang digelar ini bisa langsung menunjukan kreativitas anak-anak dalam membuat dan menyajikan kreasi seni budaya bisa jadi lebih berkesan serta nyata,” terangnya
Sembari menyampaikan, pada momen Penerimaan Murid Baru (PMB) di Yayasan Dwijendra untuk seluruh unit dari TK, SD, SMP,. SMA/SMK, dan Perguruan Tinggi sudah dibuka dari bulan-bulan sebelumnya.
“Kami dari Yayasan Dwijendra beterima kasih kepada masyarakat yang sudah mempercayakan, dan akan mempercayakan anak didiknya untuk bersekolah di bawah naungan Yayasan Dwijendra,” tambahnya.
Semoga dengan dilaksanakan parade ogoh-ogoh ini bisa lebih memperkuat seni budaya, tolerasi, dan perilaku yang lebih baik kedepannya.
“Karater-karater tersebut yang dikuatkan dalam parade ogoh-ogoh yang digelar Yayasan Dwijendra di tahun 2026 ini,” pungkasnya. (Bud)

