Top 5 This Week

Related Posts

Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Muara 7 Sungai Tanjungsiang

Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Muara 7 Sungai Tanjungsiang

Kompas SBS, Subang – Merah Putih kembali berkibar gagah di tengah alam Kabupaten Subang. Bukan di atas tiang upacara, kali ini bendera raksasa dibentangkan di kawasan Muara 7 Sungai, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Sabtu (15/8/2026).

Pembentangan bendera raksasa tersebut menjadi cara berbeda komunitas pecinta alam dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah aliran sungai dan bentang alam Tanjungsiang, Merah Putih dibentangkan sebagai simbol kecintaan terhadap tanah air sekaligus seruan untuk menjaga lingkungan.

Kegiatan ini digagas Warna Alam dengan melibatkan sejumlah organisasi pecinta alam, di antaranya Warna Alam, Pelacak, dan Rajawana, serta Sispala Kabupaten Subang.

Suasana nasionalisme begitu terasa ketika bendera Merah Putih berukuran raksasa mulai dibentangkan di atas kawasan muara sungai. Merah Putih seolah menjadi pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan perjuangan menjaga tanah, air dan lingkungan.

Dewan Pembina Warna Alam, Atang Suhayat, mengatakan pembentangan bendera raksasa tersebut merupakan agenda tahunan yang telah memasuki pelaksanaan ketujuh.

“Pembentangan ini merupakan program tahunan kita. Ini sudah yang ketujuh kalinya dan lokasinya ada di tujuh muara sungai,” ujar Atang.

Ia bersyukur kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut berjalan lancar. Kehadiran berbagai organisasi pecinta alam dan Sispala Kabupaten Subang juga semakin memperkuat semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan berjalan lancar dan baik. Undangan yang kita hadirkan juga alhamdulillah semuanya hadir, termasuk Sispala Kabupaten Subang,” katanya.

Tahun ini, Warna Alam mengusung tema “Warna Alam untuk Negeri, Selamatkan Tanah dan Air.” Pemilihan lokasi di kawasan perairan Muara 7 Sungai menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan.

“Kita mengambil tema ‘Warna Alam untuk Negeri, Selamatkan Tanah dan Air’. Makanya posisi kita berada di air, di Muara 7 Sungai,” jelas Atang.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus mampu melahirkan gerakan nyata. Jika para pejuang dahulu mempertaruhkan tenaga dan nyawa untuk merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan menjaga alam.

Semangat tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PPP, Buhori, yang turut hadir dalam kegiatan.

Buhori mengapresiasi aksi pembentangan bendera raksasa tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar simbol perayaan kemerdekaan, tetapi juga membawa pesan penting mengenai masa depan lingkungan.

“Kita sangat mengapresiasi pengibaran bendera raksasa ini. Kemerdekaan itu adalah kemerdekaan alam. Mari bersama-sama menjaga alam,” tegas Buhori.

Ia menilai tanah dan air merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan menjaga lingkungan agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di Muara 7 Sungai Tanjungsiang, Merah Putih bukan hanya berkibar sebagai lambang sebuah bangsa. Ia menjadi tanda bahwa perjuangan belum selesai. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, kini perjuangan dapat dilakukan dengan menjaga tanah, merawat sungai dan menyelamatkan air.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Cibuluh dan masyarakat Desa Cibuluh. Kehadiran warga semakin menambah semarak kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan nasionalisme.

Melalui pembentangan bendera raksasa ini, Warna Alam bersama komunitas pecinta alam ingin menitipkan satu pesan kuat di momentum HUT ke-81 RI: kemerdekaan harus dirawat, alam harus diselamatkan, dan Merah Putih harus terus berkibar di negeri yang tanah dan airnya tetap terjaga.

 

Reporter kompas SBS
D.Jekiw.

Popular Articles