BREAKING NEWS : KOMPAS SBS.
banjir berlalu, keadilan belum berpihak: lima bulan menanti, ribuan warga datangi pendopo bupati aceh timur
MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || Aceh Timur, 3 April 2026 — Di saat air telah lama surut dari permukiman, jejak persoalan justru masih tertinggal di tengah kehidupan warga. Bagi ribuan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur, waktu lima bulan pascabencana belum cukup menghadirkan kepastian. Jumat (3/4), mereka datang—bukan sekadar berkumpul, tetapi membawa harapan yang lama tertahan—di halaman Pendopo Bupati.
Didominasi kaum ibu, aksi ini berlangsung tertib namun sarat pesan moral. Berawal dari Masjid Agung Darussalihin, langkah mereka menyatu dalam satu tuntutan: kejelasan, keadilan, dan keterbukaan atas penyaluran bantuan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
realitas lapangan dan tanda tanya dalam pendataan
Dalam penyampaian aspirasi, Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir, Masri, mengungkap sejumlah temuan yang memerlukan perhatian serius. Ia menyoroti adanya ketidaksinkronan antara kondisi riil di lapangan dengan data penerima bantuan.
“Di wilayah yang terdampak cukup berat, justru tidak seluruh warga terakomodir. Sementara di tempat lain, penerima bantuan terlihat lebih banyak meski dampaknya relatif ringan,” ungkapnya dengan nada tenang namun tegas.
Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain:
Kecamatan Pante Bidari, dengan dampak genangan signifikan, namun jumlah penerima bantuan terbatas.
Gampong Lueng Sa, Kecamatan Madat, dari ratusan kepala keluarga yang diajukan, hanya sebagian kecil yang lolos verifikasi.
indikasi ketidakseimbangan pendataan di tingkat gampong, yang dinilai perlu peninjauan ulang secara objektif.
Temuan ini tidak hanya memunculkan pertanyaan administratif, tetapi juga menyentuh aspek keadilan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
pemerintah tegaskan prosedur berjalan
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Farlaky, menjelaskan bahwa proses pendataan telah melalui tahapan berjenjang sesuai mekanisme yang berlaku, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian terkait.
Dari total sekitar 25.000 data yang diajukan, bantuan tahap awal disebut baru tersalurkan kepada 7.600 kepala keluarga, setelah melalui proses verifikasi berbasis data kependudukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan untuk memastikan ketepatan sasaran,” ujarnya.
harapan pada transparansi dan langkah korektif
Meski penjelasan telah disampaikan, masyarakat berharap adanya langkah lanjutan berupa verifikasi lapangan secara terbuka atau uji petik, dengan melibatkan unsur independen dan perwakilan warga. Upaya ini dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan distribusi bantuan berjalan adil dan proporsional.
Situasi yang berkembang saat ini menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berbicara tentang prosedur, tetapi juga tentang rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Ketika kesenjangan persepsi muncul, ruang dialog dan transparansi menjadi kunci utama.
Banjir mungkin telah berlalu, namun bagi warga Aceh Timur, harapan akan keadilan masih terus mengalir—menunggu jawaban yang nyata dan berpihak.
~Reporter/Perss KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang (MJ Novi Karno)
~Sumber/Photo : Irwansyah Aceh
~Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

