Top 5 This Week

Related Posts

ARUN Bali : Tata Ruang Amburadul, Pariwisata Berkualitas Hanya Jargon

KOMPAS.SBS ~ Denpasar || 2 Oktober 2026, Sekretaris DPD ARUN Bali, A. A. Gede Agung Aryawan, ST, menilai pariwisata berkualitas di Bali hanya jargon kosong jika tata ruang dibiarkan amburadul.

Jangan bicara pariwisata berkualitas jika sampah berserakan, jalan macet, usaha berizin tanpa area parkir, sungai menyempit dipakai bangunan ber-IMB, pantai kotor oleh limbah, dan pejalan kaki terganggu oleh parkir serta pedagang trotoar. Dampaknya pariwisata jadi murah. Kalau yang mahal berkualitas hanya di ITDC Nusa Dua, tegas Agung Aryawan.

Ia menyoroti kerusakan tata ruang yang paling parah saat ini. Tata Ruang Amburadul, Sawah Jadi Hotel. Banyak jalur zona kuning di tengah sawah dalam penetapan Perda RTRW, lalu disulap jadi hotel atau villa ber-IMB. IMB nya keluar. Disewakan harga mahal dengan view gratis milik petani disekitarnya. Petani yang memelihara sawah, investor yang menikmati view lalu di jual mahal. Ini perampokan view secara legal, ujarnya.

Menurutnya, logika tata ruang Bali sudah terbalik. Sawah yang seharusnya dilindungi sebagai kawasan hijau dan penyangga pariwisata justru diobral menjadi zona kawasan akomodasi wisata lewat persekongkolan para oknum pengusaha dan pejabat.

Ini ironis. Kebun binatang saja untuk tontonan hewan, kita beri makan 3 kali sehari, kandang dibuat bagus, ada dokternya. Lah petani Bali ? Sawahnya dipakai view gratis untuk jualan villa mahal, tapi tidak dapat apa-apa. Petaninya miskin, subaknya kering, alih fungsi jalan terus. Padahal kalau Villa ditengah sawah itu berdiri megah di kawasan pemukiman maka harganya akan murah seperti sewa rumah kos ; sindirnya.

Ia merinci tiga kerusakan lain :

*1. Sampah dan Sungai:* TPA Suwung overload, TPS 3R tidak jalan, Perda sampah tidak ditegakkan. Sempadan sungai dilanggar bangunan ber-IMB.

*2. Macet dan Parkir:* Jalan 30 tahun tidak dilebarkan, kendaraan sewa naik 300%. Izin resto dan bar keluar tanpa lahan parkir. Trotoar hilang jadi parkir.

*3. Pantai dan Limbah:* Banyak akomodasi di Badung, Denpasar, Gianyar tanpa IPAL standar. Limbah ke got, got lalu mengalir ke pantai.

Akibatnya wisatawan yang mau bayar mahal untuk kenyamanan dan kebersihan lari ke Vietnam, Thailand, atau hanya bertahan di Nusa Dua. “Yang membanjiri Bali sekarang wisatawan murah yang tidak peduli macet dan pantai kotor,” jelasnya.

Pariwisata berkualitas butuh penegakan hukum tata ruang, pembatasan bangunan di sawah, dan keberanian menolak investasi perusak. Kalau sawah saja bisa jadi hotel ber-IMB, jangan mimpi pariwisata berkualitas,” tutupnya.

Sekretaris DPD ARUN Bali
A. A. Gede Agung Aryawan, ST

Popular Articles