TALISAYAN, BERAU –sabtu 13 juni 2026 Situasi di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Talisayan, Kabupaten Berau, saat ini sedang menjadi sorotan tajam dan memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat setempat.
Sejak beberapa waktu terakhir, antrean kendaraan yang didominasi oleh truk-truk besar dan kendaraan berat terlihat sangat panjang dan mengular. Antrean ini tidak hanya memenuhi area parkir SPBU, tetapi sudah meluber hingga menutupi bahu jalan dan bahkan memakan sebagian badan jalan raya
Antrean Mengular Jauh: Ratusan truk terlihat berbaris rapi namun padat, membentuk antrean yang panjangnya bisa mencapai ratusan meter bahkan lebih.
Memakan Badan Jalan: Karena area di dalam SPBU tidak cukup menampung, kendaraan-kendaraan besar ini terpaksa berhenti dan mengantre di pinggir jalan raya, sehingga menyempitkan lajur lalu lintas yang tersedia.
Durasi Menunggu Lama: Para sopir mengaku harus menunggu berjam-jam, bahkan ada yang sampai berhari-hari, hanya untuk mendapatkan giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar subsidi.
Gangguan Lalu Lintas Parah: Arus lalu lintas di ruas jalan tersebut menjadi sangat terganggu. Kendaraan kecil, mobil pribadi, dan sepeda motor harus berhati-hati dan berjalan pelan saat melewati area tersebut karena ruang gerak yang sangat terbatas
Kondisi ini membuat warga sekitar dan pengguna jalan merasa sangat resah dan terganggu. Berikut adalah beberapa keluhan utama yang disampaikan
Setiap hari jalanan menjadi macet parah di sekitar SPBU. Warga yang ingin beraktivitas, pergi bekerja, atau mengantar anak sekolah menjadi terhambat dan sering terlambat
Dengan adanya truk-truk besar yang parkir atau berjalan pelan di badan jalan, jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Sebelumnya pun pernah terjadi kasus kecelakaan maut akibat kendaraan menabrak truk yang sedang antre di pinggir jalan.
Suara mesin truk yang terus menyala, asap knalpot, dan keramaian membuat lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman. Warga juga khawatir akan keamanan lingkungan dan kemacetan yang menghambat akses jika terjadi keadaan darurat.
Banyak warga yang menggunakan kendaraan pribadi atau roda dua juga mengeluh kesulitan mendapatkan BBM karena antrean didominasi oleh kendaraan besar, sehingga kuota yang tersedia cepat habis atau mereka harus ikut mengantre dalam waktu yang sangat lama
Berdasarkan informasi yang beredar, kondisi antrean panjang ini terjadi akibat beberapa faktor, antara lain:
🔹 Keterbatasan Pasokan dan Kuota: Terjadi kendala dalam distribusi atau ketersediaan stok BBM bersubsidi yang terbatas, sehingga permintaan yang tinggi tidak dapat terpenuhi dengan cepat.
🔹 Kebutuhan Operasional Tinggi: Para sopir truk membutuhkan BBM dalam jumlah besar untuk kelancaran aktivitas logistik dan pengiriman barang. Karena adanya pembatasan pengisian per kendaraan, mereka terpaksa mengantre berkali-kali untuk memenuhi kebutuhan perjalanan.
🔹 Faktor Waktu Operasional: Beberapa SPBU memiliki jam operasional terbatas dan penyaluran subsidi seringkali berhenti lebih cepat karena kuota habis, memaksa masyarakat dan sopir berbondong-bondong datang lebih awal.
👉 Penambahan Fasilitas atau Jam Operasional: Agar pelayanan bisa lebih cepat dan efisien.
👉 Jaminan Ketersediaan Stok: Agar antrean panjang tidak terjadi setiap hari.
Pemisahan Jalur: Dipertimbangkan jalur khusus untuk truk dan kendaraan kecil agar tidak saling mengganggu.
Sementara itu, kepada seluruh pengguna jalan diminta untuk tetap berhati-hati, sabar, dan mematuhi aturan lalu lintas saat melintasi area tersebut demi keselamatan bersama
Penulis ***** kamiluddin

